Citizen Reporter

Komunitas Lapak Diskusi Merawat Lagu Anak

Ngomongin Lagu Anak bukan sekadar berdiskusi tentang hilangnya lagu anak di era sekarang, melainkan juga diselingi dengan peluncuran lagu anak-anak.

Komunitas Lapak Diskusi Merawat Lagu Anak
pixabay.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Sudah lama tidak terdengar gaung musik anak-anak yang ceria membuat sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam komunitas Lapak Diskusi menggelar diskusi, Kamis (27/9/2018).

Diskusi berlangsung di Kafe Pustaka Perpustakaan UM.

Acara yang mengusung tema Ngomongin Lagu Anak bukan sekadar berdiskusi tentang hilangnya lagu anak di era sekarang, melainkan juga diselingi dengan peluncuran lagu anak-anak.

Itu karya musisi Kota Malang, Kukuh Basuki Rahmat yang juga sebagai pemantik pada acara diskusi itu.

Menurut pria yang akrab disapa Kak Bas itu, minimnya lagu anak di era sekarang karena anak-anak lebih banyak mendengar lagu-lagu orang dewasa.

Jarang sekali anak bisa mengakses dengan mudah konten lagu anak-anak. Itu ditambah lagi dengan minimnya musisi yang menciptakan lagu anak-anak selepas awal 2000-an.

“Sekarang ini anak-anak lebih suka menyanyikan lagu-lagu orang dewasa ketimbang lagu anak-anak. Lagu anak-anak yang diperdengarkan pada mereka juga itu-itu saja sehingga mereka menjadi bosan untuk menyanyikan lagu-lagu anak itu,” papar Kak Bas.

Selain itu faktor kurang “menjualnya” lagu anak-anak di belantika musik nasional, menjadi salah satu penyebab musisi-musisi enggan untuk menciptakan lagu anak-anak karena kurang begitu menjual di pasaran.

Lagu anak-anak menjadi terbatas.

Ia menambahkan, pentingnya sarana bagi musisi-musisi yang masih peduli dengan lagu anak-anak untuk diberi wadah menyalurkan karya mereka agar karya mereka bisa didengar anak.

“Musisi-musisi yang masih peduli terhadap anak-anak harus diberi wadah untuk merawat lagu anak-anak agar anak-anak sendiri tidak dewasa sebelum waktunya. Lirik lagu harus mudah diingat oleh anak-anak dengan irama musik yang ceria. Ini perlu diperhatikan oleh musisi,” imbuhnya.

Acara diskusi Lapak Diskusi ditutup dengan menyanyikan lagu anak-anak karyanya, yakni Kantin Sekolah dan Kunang-Kunang.

Itu sukses membuat mahasiswa yang hadir pada diskusi itu kembali bernostalgia dengan masa kecil mereka seperti kembali mengingat masa-masa lagu yang dinyanyikan Joshua Suherman dan Tasya Kamila.

Bagus Rachmad Saputra
Program S2 Jurusan Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Malang
Twitter: @sugab_rs,
IG: @bagusrachmad94

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved