Pilpres 2019

Ini Pendapat Sandiaga Uno untuk Elite Politik soal Indonesia Terapkan Sistem Ekonomi Kebodohan

Sandiaga Uno memandang pernyataan Prabowo itu merupakan koreksi dan evaluasi bagi para elite.

Ini Pendapat Sandiaga Uno untuk Elite Politik soal Indonesia Terapkan Sistem Ekonomi Kebodohan
SURYA.co.id/Bobby Koloway
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, melanjutkan lawatannya di Jawa Timur dengan mengunjungi Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Sabtu (6/10/2018). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dua hari lalu berpendapat, saat ini Indonesia menerapkan sistem ekonomi kebodohan.

Pernyataan Prabowo kemudian ditanggpai oleh Staf Khusus Kepresidenan, Prof Dr Ahmad Erani Yustika yang menyatakan data yang dipakai Prabowo  usang dan tidak valid.

Kali ini, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno pun ikut memberikan komentarnya. 

Baca: Pidato di Rakernas LDII, Capres Prabowo Nilai Indonesia Terapkan Sistem Ekonomi Kebodohan

Baca: 4 Tanggapan Istana terkait Tuduhan Prabowo Indonesia Jalankan Sistem Ekonomi Kebodohan

Sandiaga Uno memandang pernyataan Prabowo itu merupakan koreksi dan evaluasi bagi para elite.

Diketahui, saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10/2018), Prabowo mengatakan, Indonesia selama ini menjalankan sistem ekonomi kebodohan.

“Jadi saya menggaris bawahi bahwa sistem ekonomi kita bukan hanya zaman Pak Jokowi, tapi sebelumnya, juga sebelumnya, dan sebelumnya juga,” tutur Sandiaga saat di Asrama Mahasiswa Riau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (13/10/2018).

Baca: Inilah Peran Nanik S Deyang sebagai Saksi Kunci Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dianiaya

“Ini self correction kepada kita, auto kritik kepada kita semua terutama kepada elite ya. Kita mesti ubah cara pikir bangsa ini, cara pikir bangsa ini ya mulai melihat kekuatan internal kita,” sambung Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, sudah saatnya sekarang untuk memaksimalkan sumber-sumber produksi yang dimiliki sendiri.

Ia memberikan contoh dalam industri pengolangan minyak dan gas.

“Coba cek kilang-kilang yang ada di Indonesia itu bagaimana kita bisa tingkatkan industri pengolahan, baik kilang CTO maupun yang Petrokimia dan sebagainya, kita bangkitkan. Sehingga impor bisa kita kurangi. Kita bangkitkan juga kekuatan ekonomi yang berbasis keunggulan kita comparative dan competitive advantage untuk ekspor karena pasarnya ada,” tutur Sandiaga.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help