Pilpres 2019

Prabowo Sebut Indonesia Jalankan Ekonomi Kebodohan, Abdul Karding : Dia Belum Bekerja untuk Rakyat

Kritikan Prabowo Subianto yang menilai Indonesia saat ini sedang menjalankan sistem ekonomi kebodohan menuai tanggakan kubu Jokowi-Ma'ruf.

Prabowo Sebut Indonesia Jalankan Ekonomi Kebodohan, Abdul Karding : Dia Belum Bekerja untuk Rakyat
antara
Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdul Aziz Mansyur (kedua kanan), Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (kiri) dan politisi PKB Abdul Kadir Karding (kedua kiri) berbincang bersama susai menghadiri silahturahmi Alim Ulama Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/5/2014). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kritikan Prabowo Subianto yang menilai Indonesia saat ini sedang menjalankan sistem ekonomi kebodohan menuai tanggakan kubu Jokowi-Ma'ruf.

Pernyataan Prabowo disampaikan saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca: Inilah Peran Nanik S Deyang sebagai Saksi Kunci Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dianiaya

Baca: Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang Diperiksa Penyidik soal Hoaks Ratna Sarumpaet

"Ini menurut saya bukan ekonomi neoliberal lagi. Ini lebih parah dari neolib. Harus ada istilah, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kritik Prabowo.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding pun merespons pernyataan capres nomor urut 02 itu.

Baca: Tambah 4 CCTV di Rutan Ratna Sarumpaet. Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya

Baca: Kabar Suap kepada Kapolri Tito Karnavian Adalah Hoaks, Begini Penjelasan Mahfud MD

Ketua DPP PKB ini justru balik menyebut Prabowo belum menunjukkan kinerja apa pun untuk menyejahterakan masyarakat.

"Dengan segala hormat saya kepada Pak Prabowo, justru beliau belum kerja apa-apa untuk rakyat kita. Kecuali jargon dan bunyi-bunyi yang besar," kata Abdul Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

"Jadi mohon maaf sekali lagi, kami belum pernah melihat prestasi Pak Prabowo, gagasan Pak Prabowo yang perhatikan rakyat," ujarnya.

Baca: 4 Fakta Pilpres 2019 Terberat bagi Prabowo Menurut Sekjen Gerindra Ahmad Muzani

Baca: Pidato di Rakernas LDII, Capres Prabowo Nilai Indonesia Terapkan Sistem Ekonomi Kebodohan

Karding juga meminta Prabowo tidak melupakan sejarah Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto.

Pasalnya, ia menyebut pada rezim Orde Baru itu justru praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme melenggang bebas dan dinikmati oleh orang dekat Soeharto.

Lantas, Karding menyinggung sosok Prabowo yang pernah menjadi menantu Soeharto.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved