Berita Surabaya

Kapolda Jatim Apresiasi Terungkapnya Kasus Penjualan Bayi lewat Instagram 

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengapresiasi terbongkarnya modus penjualan bayi melalui instagram oleh Polrestabes Surabaya.

Kapolda Jatim Apresiasi Terungkapnya Kasus Penjualan Bayi lewat Instagram 
surya.co.id/nur ika anisa
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan berbincang dengan ibu bayi, Larisa  di Polrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengapresiasi terbongkarnya modus penjualan bayi melalui instagram oleh Polrestabes Surabaya.

Luki mengatakan kasus ini terungkap dari penelusuran Polrestabes Surabaya di media sosial.

Sebab kasus tersebut memanfaatkan para pengguna instagram yang merasa memiliki kemelut dengan kehidupan rumah tangganya, terutama perawatan anak.

Hasil penyelidikan polisi, ada sebanyak 10 followers akun intagram pelaku @konsultasihatiprivate mengonsultasikan kehamilan mereka.

"Saya berterimakasih kepada Polrestabes Surabaya mengungkap kasus penjualan bayi. Ini dari akun membuka layanan bantuan masalah anak, kandungan dan kelahiran. Kedoknya itu dan ada 10 orang berkonsultasi dam di balik itu ada penjualan anak," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan di ruang Museum Hidup Polrestabes Surabaya, kamis (11/10/2018).

Dilanjutkan Luki, modus pelaku mempertemukan bidan sebagai pembantu kelahiran bayi dan ibu hamil kemudian mencari adopter dengan patokan harga tertentu.

Polisi mengungkap pelaku dua kali melakukan aktivitas perdagangan bayi tersebut di Jawa Timur.

"Dipertemukan dengan bidan dan pembeli. Empat orang ditangkap Polrestabes Surabaya. Sesuai UU Perlindungan Anak ancaman 15 tahun denda 60 juta sampai 300 juta," kata Luki.

Saat berada di Polrestabes Surabaya, Kapolda juga melihat kondisi bayi berusia 11 bulan yang menjadi korban terakhir dari perdagangan bayi.

Kapolda Jatim menggendong bayi laki-laki berbaju orange tersebut. Si bayi pun tampak memeluk dan tidak menangis saat bertemu banyak orang di ruangan tersebut.

Di sisi lain, Kapolda juga menginterogasi pelaku-pelaku yang terlibat kasus tersebut di antaranya ibu bayi, admin intagram, bidan, dan pembeli bayi. (Nur Ika Anisa)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help