Berita Lamongan

Jamin Bisa Loloskan CPNS, Kepala Dusun di Lamongan Ditangkap Usai Raup Ratusan Juta

Kepada kedua korban, Sudarno mengaku sudah beberapa kali berhasil memasukkan sejumlah pelamar lulus CPNS.

Jamin Bisa Loloskan CPNS, Kepala Dusun di Lamongan Ditangkap Usai Raup Ratusan Juta
surya/hanif manshuri
Sudarno, Kepala Dusun Rejosari, Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, jadi tersangka penipuan Rp 235 juta dengan modus menjanjikan masuk PNS, Jumat (12/10/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Siti Supiatin (30) warga Desa Pangkarejo dan Mujiono (38) warga Desa Bakalan keduanya Kecamatan Sugio, Lamongan, menjadi korban penipuan. Keduanya ditipu oleh Kepala Dusun (Kasun) Rejosari, Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, Lamongan, yang menjanjikan akan meloloskan mereka pada CPNS.

Korban Supiatin sampai rela membayar uang pelicin sebesar Rp 150 juta dan Mujiono Rp 85 juta pada seorang calo bernama Sudarno (45) Kasun Rejosari Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Lamongan Jawa Timur.
Kedua orban dijanjikan bisa menjadi CPNS asal bisa memenuhi persyaratan membayar uang pelicin.

Kepada kedua korban, Sudarno mengaku sudah beberapa kali berhasil memasukkan sejumlah pelamar lulus CPNS. Modus yang diungkapkan tersangka, membuat korban dan keluarganya percaya hingga rela melepas uangnya.

Bahkan, Sudarno kerja bareng dengan seorang PNS, AN, yang sudah menjadi tersangka dan divonis PN kini mendekam di Lapas kelas II B Lamongan.

Berkas persyaratan dan uang diserahkan kepada tersangka, namun sampai hari ini janji tersangka itu tidak juga ada buktinya.

Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Lamongan.

Gerak cepat, Timsus Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) berdasarkan laporan korban berhasil menangkap tersangka, Kamis (11/10/2018) tadi malam.

Diperiksa hingga dini hari, polisi menetapkan Sudarsono sebagai tersangka penipuan. Tersangka mulai pagi dini hari merasakan dinginnya sel tahanan Polres Lamongan.

"Ditangkap tadi malam, dan langsung ditahan setelah diperiksa hingga dini hari," kata Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat didampini Kanit Tipiter Iptu Kusen, Jumat (12/10/2018).

Polisi secara maraton masih akan memintai keterangan tersangka, terkait kemungkinan ada korban lain.

"Kami juga memintai keterangan tersangka yang sudah di lapas, AP," kata Norman.

Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Norman berpesan agar masyarakat berhati-hati. Apalagi saat ini sedang ada pemasukan formasi CPNS.

"Jangan percaya dengan orang yang menjanjikan bisa memasukkan CPNS," ujarnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved