Pilpres 2019

4 Tanggapan Istana terkait Tuduhan Prabowo Indonesia Jalankan Sistem Ekonomi Kebodohan

Menurut Staf Khusus Presiden Prof Dr Ahmad Erani Yustika, ungkapan Prabowo adalah perkara usang dan data yang tidak valid.

4 Tanggapan Istana terkait Tuduhan Prabowo Indonesia Jalankan Sistem Ekonomi Kebodohan
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kritikan Capres Prabowo Subianto tentang saat ini Indonesia menjalankan sistem ekonomi kebodohan mendapat tanggapan Istana.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Prof Dr Ahmad Erani Yustika.

Ahmad Erani Yustika menyoroti pernyataan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menyebut bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini sedang menjalani praktik ekonomi kebodohan alias the economics of stupidity.

Menurut Erani, ungkapan Prabowo adalah perkara usang dan data yang diungkapkan dalam pidatonya itu adalah data yang tidak valid.

"Saya kira publik saat ini menghendaki ide-ide yang lebih segar dengan data yang valid. Bukan menyodorkan perkara usang yang terbukti bersandar kepada data yang menyimpang," ujar Erani saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Erani pun membeberakan sejumlah indikator yang digunakan oleh Prabowo di dalam argumentasinya tersebut.

Berikut selengkapnya:

1. Kekayaan Indonesia hilang 300 miliar dollar AS

Dalam pidatonya di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10/2018) itu, Prabowo menyebut, indikator pertama bahwa Indonesia sedang menjalankan ekonomi kebodohan adalah sejak 1997 hingga 2014, kekayaan Indonesia yang hilang dan dinikmati asing mencapai 300 miliar dollar Amerika Serikat.

Menurut Prabowo, hal itu menyebabkan Indonesia hanya memiliki sedikit cadangan kekayaan nasional.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved