Berita Madiun

Tinjau Kinerja BUMN, Anggota Komisi VI DPR RI Kunjungi PT Inka

Sejumlah anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke PT Inka (Persero), Kamis (11/10)

Tinjau Kinerja BUMN, Anggota Komisi VI DPR RI Kunjungi PT Inka
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Anggota Komisi VI DPR RI kunjungi PT Inka di Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sejumlah anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke PT Inka (Persero), Kamis (11/10/2018) siang.

Dalam kunjungan itu, hadir juga Asisten Deputi Pertambangan Industri Strategi & Media Kementerian BUMN, Yuni Suryanto.

Wakil Ketua Komisi VI (DPR RI), Azam Azman Natawijana mengatakan, tujuan kunjungan kali ini merupakan bagian dari peninjuan kinerja BUMN. Seperti diketahui, PT Inka saat ini sedang mengembangkan pasar potensial domestik dan internasional.

Kedatangan rombongan DPR RI Komisi VI ini ditemui oleh Direktur Produksi, Bayu Waskito, serta pihak manajemen PT Inka.

"PT Inka sebagai BUMN industri strategis memerlukan dukungan dan juga pengawasan pemerintah. Sebagai perusahaan penerima Penyertaan Modal Negara (PMN), PT Inka akan diawasi oleh DPR. Sehingga pada kunjungan kali ini Komisi VI sekaligus memantau dalam penggunannya selama kurun waktu tiga tahun terakhir," katanya kepada wartawan.

Baca: PT INKA dapat Pesanan Kereta Diesel Senilai Rp 600 Miliar dari Filipina

Baca: PT INKA Produksi LRT Jabodebek Tanpa Masinis Pesanan PT KAI. Nilainya Rp 3,9 Triliun

Saat ini, PT Inka sedang menyelesaikan produksi untuk pasar domestik dan luar negeri. Untuk pasar domestik, PT Inka sedang menyelesaikan 438 kereta penumpang dan 31 trainset Light Rail Transit (LRT) Jabodebek pesanan PT KAI (Persero).

Sedangkan pesanan dari luar negeri, PT Inka sedang memproduksi 250 kereta penumpang pesanan dari Bangladesh Railway.

Penggunaan PMN yang dikucurkan Kementerian Keuangan, sebanyak satu triliun rupiah, telah dialokasikan ke dalam tiga bidang, yakni untuk modal kerja, revitalisasi, workhshop di Madiun, dan pembangunan workshop baru di Banyuwangi.

"Kunjungan kami ke PT Inka juga bagian tugas kami dalam fungsi pengawasan terhadap korporasi, dalam hal ini PT Inka terkait dengan produksi atau penggunaan PNM. Dan kami ingin tahu sejauh mana pertumbuhan PT Inka di Madiun ini. Setelah kami lihat, bahwa pertumbuhannya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan permintaan luar negeri," katanya.

Dengan adanya kunjungan kerja kali ini, Komisi VI DPR RI mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menggunakan produk-produk transportasi massal dari PT Inka dalam mendukung transportasi di Indonesia demi menekan ketergantungan impor dari luar negeri

Untuk diketahui, tahun depan PT Inka akan mengekspor tiga lokomotif, enam trainset Diesel Multiple Unit (DMU) dan 15 kereta penumpang untuk diekspor ke Filipina, menindaklanjuti kontrak beberapa waktu lalu. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help