Berita Mojokerto

Ternyata ini Penyebab Timbulnya Penyakit Kulit yang Menimpa Warga Desa Lakardowo, Mojokerto

Penyebab timbulnya penyakit kulit yang menimpa warga Desa Lakardowo, telah menemui titik terang.

Ternyata ini Penyebab Timbulnya Penyakit Kulit yang Menimpa Warga Desa Lakardowo, Mojokerto
surya.co.id/danendra kusumawardana
Suasana pemaparan hasil audit terhadap PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Kantor Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/10/2018). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO -  Penyebab timbulnya penyakit kulit yang menimpa warga Desa Lakardowo, telah menemui titik terang. Sebelumnya penyakit tersebut muncul diduga karena pencemaran limbah B3.

Namun, setelah dilakukan pengauditan, penyakit itu disebabkan oleh  penimbunan limbah di sejumlah titik.

Hasil audit terhadap PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) pabrik pengelolaan dan pemanfaatan limbah B3 dipaparkan di Kantor Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/10/2018).

Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ary Sudijanto menjelaskan, tidak ditemukan korelasi antara penyakit kulit yang dialami warga Desa Lakardowo dengan pengolahan limbah B3 PT PRIA di kampung setempat.

Alasannya secara geohidrologis, tak ada hubungan antara akuifer di PT PRIA dengan akuifer air tanah yang digunakan masyarakat.

"Hasil analisis kontaminan logam berat di tanah perkampungan maupun di PT PRIA, masih sesuai dengan PP 101 2014 tentang Pengolahan Limbah B3, masih tergolong sebagai tanah lapis dasar," jelasnya.

Ary menambahkan, kualitas air tanah masih memenuhi kriteria air bersih sesuai peraturan Kementerian Kesehatan.

Menurut Ary, banyaknya jumlah warga Desa Lakardowo yang terkena penyakit kulit itu akibat timbunan limbah pembakaran batu bara berupa fly ash dan bottom ash.

"Penyakit kulit timbul diduga akibat debu fly ash dan bottom ash yang ditimbun di rumah dan halaman warga. Karena pola sebaran penyakit kulit yang non biologis eksternal itu berlokasi di tempat yang konsisten dengan tempat-tempat penimbunan," tambahnya.

Kemudian, pihaknya merekomendasikan Pemprov Jatim untuk membantu penutupan titik-titik yang digunakan menimbun limbah batubara tersebut.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved