Berita Surabaya

Sigalih, Deteksi Dini Penyakit Katarak dengan Sistem Berbasis Android

Sistem ini bernama Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional, yang disingkat SIGALIH

Sigalih, Deteksi Dini Penyakit Katarak dengan Sistem Berbasis Android
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meresmikan inovasi pencatatan dan pelaporan skrining gangguan penglihatan di Indonesia tengah menuju berbasis sistem.

Sistem ini bernama Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional, yang disingkat “SIGALIH.”

"Diharapkan sistem ini akan terhubung dengan rumah sakit sehingga tindak lanjut terhadap pasien yang telah dirujuk dapat tertangani baik," ungkapnya saat meresmikan SIGALIH di Puslitbang Humaniora & Manajemen Kesehatan Jalan Indrapura Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Sistem ini berbasis web atau android untuk melaporkan pencatatan dan pelaporan skrining gangguan penglihatan masyarakat Indonesia yang melakukan deteksi dini mata, khususnya di Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular (Posbindu).

"Saat ini prevalensi katarak di Indonesia mencapai 4,4 persen yang sudah diselesaikan, jadi sekitar 90 ribuan," lanjutnya.

Dengan adanya SIGALIH diharapkan memudahkan pendataan gangguan penglihatan, SIGALIH juga digunakan pada puskesmas dan rumah sakit.

"SIGALIH sudah disosialisikan pada kader sehingga dapat meningkatkan upaya pencegahan gangguan penglihatan dengan deteksi dini gangguan penglihatan, seperti mata minus, penglihatan buram, dan katarak. Pencatatan dan pelaporan gangguan penglihatan di puskesmas dan rumah sakit dapat meningkatkan informasi dan koordinasi untuk pelayanan lanjutan pasien," paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur , dr Kohar Hari Santoso mengungkapkan Jatim merupakan provinsi dengan penderita katarak tertinggi di antara provinsi yang lain.

Tetapi Kohar mengklaim dari capaian yang sudah dikerjakan juga yang paling tinggi.

"Jadi banyak kegiatan kami yang jalan kemudian penanganannya juga sudah bagus. Itu yang terjadi," urainya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help