Ekonomi

Rupiah Bisa Anjlok Rp 16.000 per Dolar. Ini Analisis Senior CSA Research Institue, Reza Priyambada

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada berpendapat, ada beberapa faktor yang mengakibatkan rupiah kian tergerus.

Rupiah Bisa Anjlok Rp 16.000 per Dolar. Ini Analisis Senior CSA Research Institue, Reza Priyambada
Tribunnews
Nilai Rupiah Masih Melemah, Ekonomi Indonesia Justru Masuk Daftar 10 Besar Dunia versi IMF 

"Level Rp 15.800 sampai ke Rp 16.000 per dolar AS mungkin terjadi manakala tidak ada upaya pencegahan," ujarnya.

Reza menilai, selama ini kebijakan yang sering dilakukan untuk meredam pelemahan rupiah yaitu melalui kebijakan menaikkan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia 7days reverse repo rate yang saat ini sudah di level 5,75 persen.

Baca: Amien Rais Mengaku Iba saat Ratna Sarumpaet Cerita Dianiaya

"Kenaikan suku bunga nggak banyak pengaruh, cadangan devisa kita anjlok. Suku bunga naik akan membuat perbankan ikut naikkan bunga kredit. Artinya suku bunga dinaikkan, jika perbaikan fiskal tidak dilakukan, ibarat menggarami lautan," katanya.

Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi menyebut tidak hanya Indonesia yang merasakan gejolak perekonomian global akibat kebijakan ekonomi AS .

Negara‑negara lainnya, seperti Mexico, Afrika Selatan, Madagaskar, dan Filipina juga turut merasakan gejolak  tersebut.

Para gubernur bank dan menteri keuangannya saling berbagi tips mengenai mengenai cara penanganannya.

"Langkah yang mereka ambil adalah mengupayakan agar nilai tukar bergerak sesuai fundamentalnya. Penting menjaga resiliensi ekonomi agar kurs tidak bergerak liar," tutur Doddy Zulverdi di Nusa Dua, Bali, Rabu.

IHSG anjlok tajam

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pemerintah juga tengah menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan memastikan daya saing pasar keuangan Indonesia tetap menarik dan menjaga transaksi berjalan tetap terjaga.

"Kami terus melakukan reformasi untuk memastikan daya arus masuk investasi asing. Kami juga terus meningkatkan daya tarik untuk meningkatkan investasi," papar Perry Warjiyo.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved