Berita Pasuruan

Polisi Ciduk Empat Pengedar Pil Terlarang di Pasuruan, Jumlahnya Capai 1,5 Juta Butir

Dari hasil penangkapan, pihaknya berhasil mengamankan sejunlah barang bukti, di antaranya 1.530.000 butir pil logo Y.

Polisi Ciduk Empat Pengedar Pil Terlarang di Pasuruan, Jumlahnya Capai 1,5 Juta Butir
surya/istimewa
Pengedar pil logo Y (kiri) di wilayah hukum Polres Pasuruan dan barang buktinya (kanan) 

SURYA.co.id | PASURUAN - Empat pengedar pil logo Y di wilayah hukum Polres Pasuruan diringkus, Kamis (11/10/2018) pagi sekira pukul 06.30.

Mereka diringkus di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Keempatnya kini masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba Polres Pasuruan.

Dari keempat tersangka, satu di antaranya masih belia, masih 17 tahun. Ia tidak tamat SMA.

Dia adalah MEA (17) warga Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Tiga lainnya adalah Moh Syaifudin (18) warga Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Selanjutnya, Moh Sumar (22) warga Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo dan Akhmad Rosul (34) warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Kasat Narkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono mengatakan, dari hasil penangkapan, pihaknya berhasil mengamankan sejunlah barang bukti, di antaranya 1.530.000 butir pil logo Y.

"Pil ini siap diedarkan. Mereka ini satu jaringan, tapi menjualnya sendiri-sendiri," kata dia.

Saat ditangkap, kata Nanang, mereka ini sedang menunggu pembelinya. Mereka menjual pil ini di semua kalangan.

"Ada pelajar, karyawan, sopir angkot dan semuanya. Ini juga masih kami kembangkan," papar dia.

Dijelaskan dia, mereka mengaku baru berjualan 3 bulan. Kata Nanang, mereka menjual per 10 butir Rp 25.000.

"Per 1.000 butir, mereka bisa meraup untung Rp 450.000. Mereka dijerat dengan Pasal 197 Subsider Pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan," imbuhnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved