OJK Dorong Perbankan Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Penyandang Disabilitas

OJK meminta lembaga perbankan bekerjasama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi para penyandang disabilitas.

OJK Dorong Perbankan Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Penyandang Disabilitas
tribun jatim/Arie Noer Rachmawati
Ketua OJK Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono (kanan) bersama Andri Wibowo salah seorang penyandang disabilitas yang memiliki usaha pot bunga dari stoking. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

SURYA.co.id | SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Provinsi Jawa Timur meminta lembaga perbankan untuk bekerjasama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat termasuk para penyandang disabilitas.

Adapun satu di antara lembaga perbankan yang melakukan hal tersebut adalah Maybank dengan memberikan pelatihan perberdayaan ekonomi kepada para penyandang disabilitas di BK3S Convention Center selama 3 hari.

Menurut Ketua OJK Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono, kegiatan semacam itu bisa mendorong tingkat inklusi keuangan kepada penyandang disabilitas mengingat pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 75 persen hingga tahun 2019.

Dia mengatakan, di Jawa Timur, tingkat inklusi keuangan saat ini sudah berada di angka 73 persen sementara tingkat literasi keuangannya sebesar 35 persen.

"Jawa Timur ini tinggal sedikit lagi untuk mencapai target sesuai dengan imbauan dari pemerintah," katanya usai meninjau pelatihan di BK3S Covention Center Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Dalam rangka bulan inklusi ini, lanjutnya, lembaga perbankan bisa melakukan mulai dari seminar maupun pelatihan seperti yang dilakukan oleh Maybank kepada para penyandang disabilitas.

"Sejauh ini, kami melihat hampir semua bank melakukan hal yang mirip, tapi tentunya dengan target yang berbeda-beda. Ada yang ke sekolah, ada pula yang ke masyarakat. Nah Maybank ini untuk yang penyandang disabilitas karena punya program khusus juga," ujarnya.

Dia berharap kegiatan seperti itu tak hanya sampai di situ saja melainkan juga ada dampak yang berkelanjutan seperti pemberian akses modal bagi para penyandang disabilitas seperti masyarakat lainnya.

"Kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini karena bisa membantu masyarakat penyandang disabilitas untuk usaha sendiri. Selain itu, ini bisa dikembangkan Maybank lagi maupun bank-bank lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Andri Wibowo salah seorang penyandang disabilitas yang memiliki usaha pot bunga dari stoking berharap ada kelanjutan atau monitoring dan pendampingan.

"Kami harap bisa menerima itu dengan catatan, pihak Maybank selaku lembaga perbankan juga membantu kami untuk memberikan modal agar bisa lebih berkembang lagi dengan usaha-usaha kami," tukasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved