Berita Sidoarjo

Dinas PUPR Sidoarjo Bakal Awasi Proyek Avour Wilayut

Dinas PUPR Sidoarjo akan mengawasi proyek normalisasi avour Wilayut. Proyek ini penting untuk mencegah banjir di Sidoarjo

Dinas PUPR Sidoarjo Bakal Awasi Proyek Avour Wilayut
surya/m taufik
Kepala Dinas PUPR Sidoarjo, Sigit Setyawan, sedang memaparkan kondisi sungai di Kota Delta. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Normalisasi Avour Wilayut merupakan salah satu proyek strategis Dinas PUPR Sidoarjo. Alasannya, normalisasi di sana sangat penting untuk mencegah banjir.

Menurut Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan, Avour Wilayut fungsi utamanya adalah pembuangan atau drainase dan juga untuk irigasi.

"Seperti proyek-proyek lainnya, dalam pengerjaannya juga selalu diawasi oleh PUPR. Agar sesuai dengan spesifikasi dan tujuan dilakukannya proyek tersebut," kata Sigit, Kamis (11/10).

Proyek Avour Wilayut sendiri sempat alot dalam proses pengadaannya. Ketika awal proses lelang, 62 peserta lelang dinyatakan tidak ada yang memenuhi syarat untuk mengerjakan proyek dengan anggaran Rp 2 miliar tersebut.

Baca: Bila Surabaya Diguncang Gempa, Potensi Terjadi Amplifikasi Tinggi. Begini Penjelasannya

Kemudian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Sidoarjo melakukan tender ulang. Retender itu kemudian menetapkan proyek pemeliharaan Avour Wilayut dengan angka penawaran terendah Rp 975 juta dari pagu Rp 2 M.

Memang penawaran sampai 50 persen di bawah pagu inilah yang sempat menjadi perbincangan sejumlah kalangan. Beberapa pihak ragu proyek bisa berjalan sebagaimana diharapkan dengan nilai separo di bawah pagu.

Ditanya tentang ini, Sigit mengaku tidak bisa berkomentar.

"Kalau soal pengadaan itu sepenuhnya wewenang ULP. Kami tidak bisa berkomentar. Tentunya, ULP punya pertimbangan teknis, patokan harga, mekanisme dan sebagainya. Itu wewenang mereka," jawab Sigit.

Nah, baru setelah proses lelang selesai dan mulai ada pihak ketiga yang mengerjakan, PUPR akan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan itu. Agar sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan.

Sebelum pengadaan, PUPR terlebih dulu membuat dokumen perencanaan dan pengadaan, yang menjadi dasar calon peserta melakukan penawaran.

Lelang atau pengadaannya ditangani ULP, baru setelah ada pemenang dan dilakukan proses pengerjaan, pengawasan kembali ke tangan PUPR.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved