Berita Kediri

BPPKAD dan KPKNL Akan Melelang Inventaris dan Kendaraan Dinas OPD di Kota Kediri

BPPKAD dan KPKNL akan melelang sejumlah inventaris dan kendaraan dinas milik OPD di Kota Kediri. Apa saja barangnya?

BPPKAD dan KPKNL Akan Melelang Inventaris dan Kendaraan Dinas OPD di Kota Kediri
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Petugas KPKNL Malang melakukan survei aset Pemkot Kediri yang akan dilelang, Kamis (11/10/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang akan melakukan lelang barang inventaris dan kendaraan dinas yang dimiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

KPKNL sendiri adalah lembaga yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara dan lelang.

Kepala BPPKAD Kota Kediri melalui Kepala Bidang Pengelolaan Aset BPPKAD Widiantoro menjelaskan, tim dari KPKNL Malang melakukan survei lapangan selama tiga hari.

Tujuannya untuk penilaian yang pada tahap akhir adalah penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) yang beberapa waktu lalu telah diusulkan oleh OPD.

"Penghapusan BMD ini nantinya dijual melalui sistem lelang," jelasnya, Kamis (11/10/2018).

Saat ini yang diproses ada 9 OPD, karena pertimbangan tenaga dan kesediaan dari KPKNL. Apalagi untuk proses penilaian dan penghitungan membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk OPD lain mungkin dilaksanakan 2019.

Untuk saat ini yang dihapuskan adalah inventaris kantor seperti kursi, printer yang rusak, dan sebagainya.

Penghapusan tidak dapat dilakukan secara keseluruhan, harus dilakukan secara bertahap. Beberapa waktu lalu juga telah dilakukan penghapusan kendaraan dinas. Barang inventaris yang akan dihapus sejumlah lebih dari 4.000 barang.

Ke depan diharapkan akan tercapai pengelolaan BMD yang baik, akuntabel dan berimbang secara anggaran. Artinya barang yang tercatat di neraca dan kenyataannya balance.

Sementara Ani Marfiana, tim KPKNL Malang ditemui di sela melakukan penilaian, mengatakan untuk tahap penilaiannya dilakukakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah survei lapangan, pada tahap ini tim akan melihat kondisi objek-objek penilaian yang ada di lapangan seperti apa.

"Jadi selama tiga hari ini kami hanya mengcapture kondisi objek yang dinilai. Lalu nanti kami olah di kantor dan akan kami terbitkan laporan hasil penilaian. SOP kami 15 hari kerja setelah itu akan kami keluarkan nilainya," ujarnya.

Ani menambahkan, untuk laporannya nanti dalam bentuk buku. Pada laporan hasil nanti akan diberikan resume nilai-nilai barangnya.

"Untuk satu OPD kami terbitkan satu buku laporan. Sementara untuk kendaraan dinas laporannya akan dibuat satu buku per satu unit kendaraan,” imbuhnya.

Untuk jadwal pelaksanaan penilaian, dimulai Dinas Kesehatan, DPM-PTSP, dan Kelurahan Jamsaren. Kemudian Sekretariat DPRD, Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Dermo. Berikutnya, Inspektorat, SMP Negeri 1 Kediri dan BPPKAD.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help