BPBD: Jatim Baru Pasang Early Warning System di 73 Titik dari 417 Desa Rawan Bencana

BPBD Jawa Timur menyebut bahwa di Jatim baru ada 73 titik early warning system untuk peringatan dini bencana.

BPBD: Jatim Baru Pasang Early Warning System di 73 Titik dari 417 Desa Rawan Bencana
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ketua BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika ditemui di Surabaya, Kamis (11/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur membeberkan jumlah early warning system yang dimiliki provinsi.

Dari 417 desa berstatus rawan bencana, Jatim baru memasang di sekitar 73 titik untuk alat yang digunakan untuk peringatan dini bencana tersebut.

"Dari 73 tersebut, juga ada yang tidak berfungsi. Misalnya, ada yang dicabut baterainya dan beberapa gangguan lain. Saat ini, sedang kami lakukan pendataan," kata Ketua BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika ditemui di Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Suban menyebutkan bahwa alat peringatan dini yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur tersebut tersebar di beberapa kabupaten maupun kota di Jawa Timur. Hal ini disesuaikan dengan potensi bencana di masing-masing wilayah.

"Sebetulnya, di Jawa Timur ada 12 ancaman potensi bencana. Misalnya, di utara (Jatim) ada banjir, di selatan ada langsor dan tsunami. Kita sesuaikan alatnya," lanjut Suban.

Suban menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Timur, Soekarwo telah menginstruksikan kepada pihaknya untuk meningkatkan upaya early warning sistem itu. Selain dengan melakukan investarisir dan memperbanyak unit, juga dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca: Bila Surabaya Diguncang Gempa, Potensi Terjadi Amplifikasi Tinggi. Begini Penjelasannya

Yakni, dengan mengubah desa berpredikat rawan bencana menjadi desa tangguh bencana.

"Pak Gubernur telah menginstruksikan untuk memetakan desa yang rawan bencana. Jadi, 417 desa rawan bencana. Itu yang nantinya akan dijadikan Desa Tangguh Bencana," tegas Suban.

Di antaranya, dengan memberikan pelatihan kepada kalangan karang taruna. "Nanti karang taruna bisa jadi early warning system atau peringatan dini untuk bencana," katanya.

Caranya, masyarakat akan dilatih untuk meningkatkan kapasitas sadar bencana sehingga bisa melakukan langkah antisipasi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help