Suhu di Pulau Jawa Meningkat, Paparan Sinar Matahari Bisa Sebabkan Penyakit Ini

Paparan sinar matahari bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel di tubuh dan mengakibatkan penyakit pada kulit seperti keriput bahkan kanker kulit

Suhu di Pulau Jawa Meningkat, Paparan Sinar Matahari Bisa Sebabkan Penyakit Ini
Shutterstock
Ilustrasi 

SURYA.co.id - Warga di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan se-Jawa merasa di bulan Oktober ini suhu perkotaan terasa panas.

Hal tersebut dikarenakan posisi matahari tepat berada di wilayah bumi bagian selatan sehingga sangat berpengaruh pada suhu di Indonesia.

Selain itu, posisi matahari yang berada di atas Indonesia menyebabkan radiasi panasnya lebih banyak diterima.

Baca: Di Jepang, Rumah dengan Bahan Baku Styrofoam Dijual Seharga Rp 791 juta, Penasaran?

Baca: Reaksi Raja Putra Chua Kotak saat Dibacakan Sebuah Dongeng, Bikin Gemas, Sampai Nangis

Baca: Istri Indro Warkop Meninggal, Taufik Hidayat Ucapkan Ini saat Lihat Kesetiaan Indro Warkop

Tak heran jika pada siang hari, kulit terasa seperti terbakar.

Paparan sinar matahari secara berlebih bisa menyebabkan kerusakan pada kulit.

Melansir dari Nakita artikel 'Suhu di Jawa Terasa Panas & Matahari Makin Terik, Lindungi Bagian Tubuh yang Rentan Rusak Agar Tak Terkena Penyakit Ini!' pada Rabu 10 Oktober 2018, menurut Australian Cancer Council tahun 2011, jangan terlalu sering menerima paparan sinar radiasi ultraviolet secara berlebih hal itu dapat menyebabkan sel-sel tubuh jadi rusak.

Sinar matahari memancarkan 3 jenis radiasi UV, tapi hanya UVA dan UVB saja yang berpengaruh pada tubuh manusia.

Sering terkena paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan kanker kulit.

Baca: Nikita Mirzani Tak Bisa Layat Istri Warkop, Alasannya Karena Sakit, Mual-mual

Baca: Cuaca Panas Terik di Siang Hari Hingga 37 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Di Amerika Serikat, kanker kulit banyak ditemukan di area kepala dan leher karena sering terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Meski begitu, Orit Markowitz, dokter dermatologi dari Ichan School of Medicine, mengatakan area lain pun rentan terhadap kanker kulit seperti dahi, bibir, dan telinga.

Halaman
12
Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help