Lapor Cak

Penyimpanan BB Kendaraan di Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya Overload

Kanit Laka Lantas Poltestabes Surabaya, Ajun Komisari Polisi (AKP) Antara menjelaskan lahan penyimpanan kendaraan di kantornya terbatas.

Penyimpanan BB Kendaraan di Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya Overload
surya.co.id/mohammad romadoni
Polisi berusaha menata ratusan motor barang bukti kecelakaan di Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Rabu (10/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan kendaraan bermotor teronggok di  kantor Unit Laka Polrestabes Surabaya. Sedang daya tampung lahan penyimpanan barang bukti kendaraan terlibat kecelakaan itu sudah penuh, nyaris overload.

Kanit Laka Lantas Poltestabes Surabaya, Ajun Komisari Polisi (AKP) Antara menjelaskan lahan penyimpanan kendaraan di kantornya terbatas. Sedangkan, kecelakaan di Surabaya tidak terbatas bahkan cenderung setiap hari berpotensi ada kecelakaan laka lantas.

"Luas lahan sekitar 25 meter x 15 meter tersebut hampir penuh," ujarnya saat ditemui Surya.co.id di kantornya, Rabu (10/10/2018).

Lokasi penyimpanan barang bukti kendaraan terlibat kecelakaan di Unit Laka Polrestabes Surabaya menempati kantor lama bekas kantor Polres Surabaya Selatan.

Namun untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mengakalinya dengan menata kembali posisi kendaraan bermotor.

"Antisipasinya, motor BB itu ditata ulang secara berjajar supaya tidak memakan tempat," ungkapnya.

Dia bersama anggotanya mulai merapikan ratusan motor BB itu agar terlihat rapi dan nyaman dipandang. Untuk kendaraan motor roda dua, mereka menaruhnya di halaman belakang. Sedangkan, untuk mobil ditaruh di depan kantor dan di samping jalan.

"Kalau truk dan kendaraan besar di taruh di pinggir jalan atau kalau sudah penuh ya terpaksa dititipkan di kantor jasa marga kawasan Satelit," terangnya.

Sulistyo (34) warga Lakarsantri Surabaya terpantau mengambil kendaraan roda dua miliknya di kantor Laka Lantas Polrestabes Surabaya. Dia mengambil motor matic miliknya yang terlibat kecelakaan di Lontar, Sambikerep Surabaya saat dipakai anaknya.

"Baru bisa mengambil motor masih mengurus anak usai kecelakaan sekarang di rumah sakit," ucapnya.

Menurut dia, butuh waktu untuk mengambil motor lantaran masih sibuk dengan urusan keluarganya. Ia juga tidak berniat untuk memberikan surat kuasa kepada saudaranya untuk mengambil motor BB di kantor Unit Laka Polrestabes Surabaya.

"Kalau diwakilkan repot mendingan diambil sendiri, tidak mau merepotkan saudara," ungkapnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved