Citizen Reporter

Penulis Novel Dilan, Pidi Baiq Berbagi Kisah Membuat Tulisan Menghibur

Penulis dari Bandung itu dikenal dengan salah satu cuplikan novelnya, Dilan: “Jangan rindu, itu berat! Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja.”

Penulis Novel Dilan, Pidi Baiq Berbagi Kisah Membuat Tulisan Menghibur
SURYA.co.id/Citizen Reporter
Pidi Baiq, penulis yang namanya sedang banyak dibicarakan, membuat suasana seminar nasional menjadi berbeda. 

SURYA.co.id | MALANG - Pidi Baiq, penulis yang namanya sedang banyak dibicarakan, membuat suasana seminar nasional menjadi berbeda.

Penulis dari Bandung itu dikenal dengan salah satu cuplikan novelnya, novel Dilan: “Jangan rindu, itu berat! Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja.”

Peserta Seminar Kepenulisan Nasional dengan tema Goresan Pena, Merangkai Kata untuk Inspirasi Anak Bangsa yang mayoritas wanita itu sangat terhibur dengan kedatangan penulis idaman mereka.

Seminar yang diadakan Lembaga Pengembangan Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Ekonomi (LP3ME) di Aula Gedung D4 Lantai 4 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM), Minggu (30/9/2018), itu dihadiri sekitar 220 peserta.

Pidi Baiq menceritakan awal kepenulisannya yang dimulai ketika masih kelas 3 SD.

Di ruang tamunya, dengan mesin ketik, dia menuliskan segala benda yang dia lihat. Kursi, meja, jendela, dan seterusnya.

Di hari yang lain, dia mencoba mengubah setiap kata itu menjadi satu kalimat. Begitu seterusnya.

Pidi Baiq adalah tipikal penulis guyonan yang sering menggunakan kata-kata sembarangan terkesan nyeleneh, tetapi menghibur.

“Saya bilang ke istriku, bilang ke semua orang, mengapa istri harus bisa masak? Ini kan rumah tangga bukan rumah makan?” tuturnya.

Selain Pidi Baiq, seminar yang dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 itu menghadirkan Heny Kusdianti dan Umi Dayanti.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved