Kenaikan Harga Pertamax

Pengamat : Kenaikan Harga Pertamax Tak Ubah Pola Konsumsi Bahan Bakar Masyarakat

Pengamat ekonomi dari ITS Enciety Business Consult menilai kenaikan harga jenis Pertamax tidak akan mengubah pola konsumsi masyarakat pada BBM.

Pengamat : Kenaikan Harga Pertamax Tak Ubah Pola Konsumsi Bahan Bakar Masyarakat
antara
Ilustrasi petugas melayani pembeli BBM jenis pertamax 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat ekonomi dari ITS Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya, menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax tidak akan mengubah pola konsumsi masyarakat pada BBM.

Kresna mencontohkan, kenaikan harga Pertamax sebesar Rp 900, dari Rp 9.500 ke Rp 10.400 tidak akan membuat konsumen Pertamax akan berpindah ke Pertalite atau bahkan Premium.

"Konsumen BBM yang hari ini naik itu adalah masyarakat di kelas menengah ke atas, dan dengan kenaikan ini saya rasa itu tidak akan mengganggu ekonomi mereka. Apalagi Pertamax yang naiknya di bawah 10 persen," kata Kresnayana, Rabu (10/10/2018).

Kresna juga menilai, sensitivitas kenaikan BBM ini kecil karena tidak berdampak langsung pada masyarakat menengah ke bawah.

"Segmennya kan sudah beda, misalnya masyarakat menengah ke bawah merupakan konsumen dari Pertalite dan Premium, sehingga tidak akan berdampak langsung dengan kenaikan harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan yang lain," lanjutnya.

Kresna juga menilai kenaikan beberapa produk Pertamina adalah hal yang wajar melihat harga minyak mentah dunia yang naik menjadi 80 dolar per barel.

"Sederhananya gini, kalau belanjanya sudah mahal ya menjual ecerannya juga tinggi. Ini kan harus imbang demi menghemat devisa dan akhirnya pilihan itu dilakukan. Ini untuk penyesuaian juga dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar karena prosesnya kan di luar negeri," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help