BBM Naik

Pengamat Enciety Business Consult, Kresnayana Yakin BBM Naik Tak Pengaruhi Perekonomian Jatim

Menurut Kresnayana, perekonomian Jatim digerakkan dengan mayoritas industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pengamat Enciety Business Consult, Kresnayana Yakin BBM Naik Tak Pengaruhi Perekonomian Jatim
surya/Srihandi lestari
Ketua Apkrindo Jatim, Tjahyono Haryono (kiri) bersama CEO Mannara Group, Andre Soenjoto, Stephen Walla (Ria Resto & Jamu Iboe) dan Kresnayana Yahya pada soft launching restoran cepat saji Captain Hook, Fish and Chicken di Surabaya, Jumat (19/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat dari ITS Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan banyak memengaruhi kondisi perindustrian dan perekonomian di Jawa Timur.

Menurut Kresna, perekonomian Jawa Timur digerakkan dengan mayoritas industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Usaha itu tidak akan terdampak langsung dengan kenaikan BBM.

"Karena yang naik ini kan jenis BBM yang menjadi konsumsi masyarakat menengah ke atas, tidak digunakan untuk proses industri kecil dan menengah," kata Kresna, Rabu (10/10/2018).

Pun demikian untuk industri besar, menurut guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini, saat ini industri sudah semakin banyak yang pindah ke batubara.

"Selain itu teknologi itu kan makin lama juga makin hemat energi terutama pada industri skala besar. Apalagi saat ini semakin banyak alternatif energi terbarukan," lanjutnya.

Kresna juga menilai, industri besar sudah mempunyai hitung-hitungan dan ancang-ancang untuk mengantisipasi naiknya harga BBM, salah satunya adalah dengan efisiensi distribusi.

Ia mencontohkan, semua industri sudah menggunakan kontainer 40 feet, tidak lagi 20 feet. Lalu banyak perusahaan yang punya sistem pergudangan untuk memangkas alur distribusi.

"Seperti di pinggiran Surabaya dan Gresik kan makin banyak pergudangan. Saya kira proses produksi dan industri ini sudah semakin hemat karena perencanaan nya semakin baik," tambahnya.

Jika pun ada sebagian kecil harga barang yang naik, menurut Kresnayana, maka hal tersebut bukan semata-mata karena harga BBM yang naik.

Namun, lebih karena mengikuti harga minyak mentah dunia yang ikut naik dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah, sehingga membuat impor bahan baku menjadi lebih mahal.

"Jadi tidak semerta-merta ketika harga BBM naik semua harga komoditi ikut naik, kita lihat jenis BBMnya dulu," pungkasnya.

Berikut ini harga terbaru BBM di Jatim yang mengalami kenaikan harga:

Pertamax dari Rp 9.500 naik jadi Rp 10.400
Pertamax Turbo dari Rp 10.700 naik jadi Rp 12.250
Pertamina Dex dari Rp 10.500 naik jadi Rp 11.850
Dexlite dari Rp 9.000 naik jadi Rp 10.500
Biosolar non subsidi/PSO dari Rp 7.700 per liter naik jadi Rp 9.800
Minyak Tanah Non-Subsidi: Rp 12.870 (Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help