Berita Surabaya

Rupiah Melemah, Pakde Karwo Sebut Digital Market Place Jadi Solusi Tepat Meminimalisasi Impor

Gubernur Jatim, Soekarwo menilai digital marketplace merupakan salah satu solusi untuk menghindari dampak melemahnya rupiah terhadap dolar.

Rupiah Melemah, Pakde Karwo Sebut Digital Market Place Jadi Solusi Tepat Meminimalisasi Impor
ist
Gubernur Jatim, Soekarwo (tengah) ditemani Nina Soekarwo saat menerima Penghargaan dari Mendag, Enggartiasto Lukita (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim, Soekarwo menilai digital marketplace merupakan salah satu solusi untuk menghindari dampak melemahnya rupiah terhadap dolar.

Dengan digital marketplace, semua konsumen bisa mengetahui stok barang yang ia butuhkan di dalam negeri di daerah manapun yang sudah masuk ke dalam marketplace, sehingga akan meminimalisasi konsumen untuk impor barang.

"Ini adalah solusi, karena bahan baku atau raw material kita ada di dalam negeri sehingga kita tidak terkena depresiasi dolar yang naik. Justru kita kompetitif untuk keluar, ini pilihan yang luar biasa," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo usai membuka Jatim Fair 2018 di Grand City Convex, Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Pakde Karwo menyebut saat ini jumlah UMKM di Jatim sebanyak 12.1 juta UMKM.

Dari jumlah tersebut 400 ribu UMKM sudah ikut market place dan 1 juta 294 ribu sudah siap untuj masuk ke market place.

"Jadi kita tidak terus impor, kalau bahan baku kita impor, itu yang bikin kita lelah," lanjut Pakde Karwo.

Orang nomor satu di Jatim ini melanjutkan saat ini dari 12.1 juta UMKM di Jatim sebanyak 7.5 juta diantaranya adalah UMKM agro yang bahan bakunya bisa didapatkan di Jatim tanpa perlu mendatangkan dari daerah lain apalagi impor.

Untuk memasarkan UMKM tersebut sekaligus memenuhi kebutuhan daerah lain, Pakde Karwo mengatakan Pemprov Jatim akan terus mendorong UMKM untuk bisa masuk ke market place sehingga bisa meningkatkan perdagangan antar daerah, provinsi, bahkan ke mancanegara.

"Perdagangan antar pulau dalam negeri itu 20.7 persen barangnya dari Jatim. Dan transaksinya mencapai Rp 1290 T dengan surplus 164 T, dan tahun ini diprediksi naik 12-14 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp 1300-1400 T," pungkas Pakde Karwo.

Baca: Inisiasi Perdagangan Antar Daerah, Pakde Karwo Dianugerahi Penghargaan oleh Mendag

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved