Asian Para Games 2018

Laura Aurelia Dinda, Atlet Renang dalam Asian Para Games 2018 Sempat Depresi Lalu Kini Juara

Laura Aurelia Dinda, atlet renang dalam ajang perlombaan Asian Para Games 2018, sempat depresi karena patah tulang belakang

Laura Aurelia Dinda, Atlet Renang dalam Asian Para Games 2018 Sempat Depresi Lalu Kini Juara
Kompas.com
Laura Aurelia Dinda saat meraih medali emas dalam cabang olahraga renang di Asian Para Games 2017 

SURYA.co.id - Laura Aurelia Dinda, atlet renang dalam ajang perlombaan Asian Para Games 2018, mengatakan dirinya sempat depresi karena patah tulang belakang yang ia alami tahun 2015 lalu.

Sejak saat itu, fungsi kedua kakinya menurun sehingga ia harus menjalani hidupnya di atas kursi roda.

Laura menyampaikan hal tersebut saat wawancaranya dengan Grid.ID dalam artikel 'Sempat Depresi, Atlet Renang Difabel Laura Aurelia Dinda Bangkit Karena Alasan Ini' pada Selasa 9 Oktober 2018.

Baca: Google+ Dikabarkan Akan Segera Ditutup, Berikut 4 Fitur yang Ada di Google+ Salah Satunya Hangouts

Baca: Google Hentikan Layanan Jejaring Sosial Google+, Ini Penyebabnya

"Saya sempat mengalami depresi kurang lebih satu tahun ya," ujar Laura.

Selain itu, Laura mengalami depresi lantaran saat itu ia sempat didapuk untuk mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2015.

"Karena dulu kan saya atlet jadi kemana-mana bisa lari, dan tiba-tiba enggak bisa jalan dan enggak bisa ngapa-ngapain," tambah Laura.

Baca: Update Klasemen Asian Para Games 2018 Selasa 9 Oktober 2018, Medali Indonesia Bertambah jadi 24

Baca: Kisah Haru Suparniyati Peraih Emas Asian Para Games 2018- Anak Penjual Tempe yang Gigih

Baca: 5 Fakta Menarik Bulan Karunia, Gadis Cilik yang Curi Perhatian di Opening Ceremony Asian Para Games

Meski demikian, Laura tidak ingin terpuruk dengan kondisinya sehingga ia mencoba bangkit berkat dari keluarga serta kerabatnya.

"Hanya dengan dukungan keluarga dan teman-teman, Puji Tuhan bisa bangkit lagi," ungkap Laura.

Laura juga mengatakan alasan dirinya ingin bangkit karena melihat sang ibu yang sabar merawatnya meski dirinya sering marah-marah.

"Motivasi saya lebih terharu sih melihat mama saya yang berjuang tiap hari sabar nemenin saya.

Halaman
12
Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help