Ekonomi Bisnis

Geoheritage Wonocolo Bojonegoro Berpotensi Menambah Lifting Minyak Nasional

kawasan wisata Geoheritage Wonocolo memiliki potensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional.

Geoheritage Wonocolo Bojonegoro Berpotensi Menambah Lifting Minyak Nasional
istimewa
Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam (ketiga dari kiri) saat melakukan kunjungan ke Teksas Geoheritage Wonocolo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhir pekan lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam bersama SKK Migas, Ditjen Migas, PT Pertamina EP Asset 4 dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro mengunjungi kawasan wisata Geoheritage Teksas Wonocolo.

Dalam rilis yang dikirimkan, Selasa (9/10/2018), Ridwan menyebut, bila kawasan wisata Geoheritage Wonocolo atau sumur minyak yang dikelola secara tradisional ini memiliki potensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional.

"Dengan catatan, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bisa mengelola dengan baik dengan bekerja sama atau melibatkan partisipasi dengan masyarakat setempat sebagai penambang atau bekerja mengangkat minyak bumi," kata Ridwan.

Lebih lanjut, pihaknya meminta Pertamina EP dan SKK Migas sebaiknya mengutamakan konsep pengelolaan sumur tua melibatkan masyarakat. Yaitu melalui kelompok terdekat di masyarakat seperti KUD (Koperasi Unit Desa).

"Jika sumur berada dalam geografi lahan yg berada di tengah masyarakat, ataupun melibatkan BUMD jika sumur minyaknya memakai tanah kas desa atau tanah perhutani," lanjut Ridwan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD.

Pihaknya mengusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD.

"Pemerintah dalam hal ini Pertamina EP dan SKKMigas harus memberi pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kekayaan alam ini milik negara dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat," jelas Ridwan.

Dengan adanya pembagian pengelolaan sumur tua antara BUMD dan KUD ini diharapkan menghilangkan ilegal driling, dan mampu mendorong peningkatan jumlah lifting minyak.

Hasil diskusi yang dilakukannya, bersama dengan KUD, saat ini jumlah lifting minyak yang diproduksi juga mengalami peningkatan dari 100 barel perhari menjadi 400 barel perhari.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved