Lapor Cak 

Belasan Pedagang Durian Buka Stan di Badan Jalan Arjuna Surabaya

"Tapi kenapa di Jl Arjuna seakan Satpol PP tidak berani menyisir PKL duren. Apa karena jualannya pakai kendaraan ya."

Belasan Pedagang Durian Buka Stan di Badan Jalan Arjuna Surabaya
surya.co.id/ahamad zaimul haq
Sejumlah PKL membuka stan di badan Jl Arjuno Surabaya, Selasa (9/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Belum semua ruas jalan di Kota Surabaya bersih dari PKL. Salah satunya di Jl Arjuna Surabaya. Belasan pedagang durian membuka lapak di tepi jalan raya ini. Yang bikin risih tidak saja karena di jalan raya, tapi sudah berjualan di badan jalan. 

Tepatnya mereka berjualan di bahu jalan dan tetap berada di aspal jalan. Padahal dalam aturannya, jangankan di badan jalan, di tepi jalan pun tetap dilarang di seluruh ruas jalan Surabaya. Setiap ada PKL di tepi jalan Satpol PP bergerak cepat menertibkan. 

"Tapi kenapa di Jl Arjuna seakan Satpol PP tidak berani menyisir PKL duren. Apa karena jualannya pakai kendaraan ya," reaksi Muh Tamim, salah satu pengguna jalan kepada Surya.co.id, Selasa (9/10/2018).

Tamim kerap melintas di jalan Arjuna seberang PN Surabaya itu. Hampir setiap waktu mulai pagi hingga sore selalu bertebaran PKL penjual duren. Mereka kebanyakan menjajakan buah beraroma kuat itu di atas mobil bak terbuka. 

Pantauan surya.co.id  di sepanjang jalan Arjuna memang banyak PKL durian yang jualan hingga bahu jalan. Di sepanjang jalan Arjuna sisi utara banyak dipenuhi pedagang durian. Ada yang menggelar dagangannya dengan kendaraan roda tiga. Kebanyakan dengan mobil. 

Harga durian di PKL Jl Arjuna memang menggoda dan terjangkau. Buah favorit ini ditawarkan mulai Rp 20.000 per buah hingga Rp 30.000 per buah. Ada pula yang harganya lebih dari nilai ini. 

Terhitung ada 15 PKL durian yang tadi siang berjualan. Tampak ada sejumlah oleh pembeli yang tertarik membeli durian. Selain persis di tepi jalan, pembeli dengan mudah dan nyaman memilih durian incarannya. 

Cukup memarkir kendaraan di tepi jalan dekat pedagang PKL durian, mereka sudah bisa menawar dan membeli buah manis itu.

"Ada baiknya memang tidak jualan di jalan. Tapi pembeli juga senang karena praktis tempatnya dan tidak kena parkir," ucap Yono, salah satu pembeli. 

Kalau saat musim durian biasnaya banyak diserbu pembeli karena murah. Ada yang per buah dijual Rp 10.000 atau bahkan Rp 5.000. Akibatnya jalan bisa ramai dan mengganggu arus lalu lintas.

Di Jl Arjuna Surabaya tempat PKL berjualan durian itu memang relatif lebar. Saat siang memang cenderung kendaraan tidak terlalu padat. Di jalan kembar itu ramai dan macet saat pagi jam masuk kerja. Apakah ini yang menjadikan PKL ini tidak sering diobrak.

Namun, menurut pengguna jalan apa pun itu, PKL di pinggir jalan itu merusak estetika kota. Mengganggu pemandangan dan kerapian kota yang dikenal anti-PKL ini. 

Soleh, salah satu pedagang durian mengaku sudah tiga tahun lebih ikut rekan-rekannya mencoba peruntungan di Jl Arjuna.

"Saya ikut saja. Enaknya jualan di sini bisa lolos penertiban. Kalau pas ada Satpol tinggal tancap gas," kata Soleh. 

Dia memang selalu waspada, lantaran jika petugas penegak perda itu menggelar operasi bisa langsung cabut dan kabur. Biasanya sesama rekan PKL durian yang berada di paling ujung akan memberi tahu ada penertiban sehingga masih ada waktu untuk kabur.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help