Berita Sidoarjo

Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo yang Ambles Belum Bisa Diperbaiki, Ini Penyebabnya

Sampai hari keempat, tanggul lumpur Lapindo Sidoarjo yang ambles belum bisa diperbaiki. Ini penyebabnya

Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo yang Ambles Belum Bisa Diperbaiki, Ini Penyebabnya
surya/m taufik
Andi Sudirman, Kabid Pelaksanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (kiri) saat di lokasi tanggul ambles, Senin (8/10/2018) siang. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sampai hari keempat, tanggul lumpur Lapindo Sidoarjo yang ambles belum bisa diperbaiki.

Dalihnya, volume air di dalam tanggul masih terlalu tinggi.

Pantauan di lokasi, Senin (8/10/2018) siang, air di dalam tanggul baru turun sekitar 30 centimeter dibanding ketika tanggul ambles, Jumat (5/10/2018) lalu.

"Perbaikan tanggul baru bisa kami lakukan setelah ada penurunan air sampai sekitar satu meter. Artinya, sekarang ini belum bisa," ungkap Andi Sudirman, Kabid Pelaksanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) di lokasi tanggul ambles, Senin (8/10/2018) siang.

Yang dilakukan, menurut dia, mengalirkan air dari pusat semburan lumpur ke arah selatan, untuk selanjutnya dilarikan ke Kali Porong.

Itu supaya volume air di tanggul bagian selatan menurun.

Pihaknya memprediksi, dengan upaya yang dilakukan itu air bisa turun sampai satu meter pada hari kelima.

Setelah itu, baru akan dilakukan pengerjaan tanggul.

Saat ini, disebutnya ketinggian air di dalam tanggul dalam posisi plus enam meter. Sehingga hampir rata dengan tanggul yang ambles.

Tanggul sendiri, dari standarnya 11 meter tersisa sekitar 6,5 meter.

Tanggul sepanjang sekitar 100 meter itu ambles Jumat (5/10/2018) siang.

Lumpur bercampur air meluber keluar lewat bagian bawah tanggul.

Karena titik tersebut bersebalahan dengan pemukiman penduduk di Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, warga di sana pun was-was.

Mereka khawatir tanggul jebol dan lumpur bercampur air menenggelamkan rumah dan permukiman penduduk di sana.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved