Berita Tuban

Produsen Arak Amatiran di Tuban Ditangkap Polisi, Ia Belajar Meraciknya Setelah Melihat Sosok Ini

Produsen arak amatiran di Tuban ditangkap polisi, ia belajar meraciknya setelah melihat sosok ini.

Produsen Arak Amatiran di Tuban Ditangkap Polisi, Ia Belajar Meraciknya Setelah Melihat Sosok Ini
surya/istimewa
Petugas mengamankan lokasi tempat pembuatan arak di Desa Prunggahan Kulon, Semanding, Kabupaten Tuban. 

SURYA.co.id | TUBAN - Tim saber miras Polsek Semanding, Polres Tuban, menangkap seorang produsen arak amatiran yang berproduksi di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon.

Pelaku adalah Sukoyo (40), warga setempat.

Berdasarkan keterangan petugas, rumah pelaku pernah digunakan sebagai tempat produksi arak oleh seorang bos miras lokal tersebut, yang kini sedang menjalani proses hukum.

Pelaku, yang mengetahui tata cara proses pembuatan arak, akhirnya ikut memproduksi dengan modal ala kadarnya.

Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo mengatakan, bermodal Rp 9 juta, pelaku membeli 2 dandang seharga Rp 6 juta dan 2 kompor seharga Rp 1,5 juta.

Sisanya, digunakan untuk membeli bahan lainnya.

Pelaku juga mengaku, jika bisa membuat arak karena melihat mantan bos arak yang menyewa tempatnya dulu untuk berproduksi.

"Pengakuannya bisa membuat arak karena melihat aktivitas yang dilakukan oleh Rohmad, bos arak yang kini menjalani proses hukum, Sukoyo kita tangkap Minggu (7/10/2018) siang," ujar Desis, Senin (8/10/2018)

Dari rumah pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, 18 Dus arak jawa senilai 324 liter, 2 Jurigen arak jawa sebanyak 60 liter, dan baceman atau bahan baku arak 3 drum sejumlah 600 liter, serta beberapa perangkat pendukung lainnya.

Keterangan tambahan, satu dus arak berisi 12 botol dijual pelaku dengan harga Rp 500 ribu.

Namun belum sampai terjual sudah ditangkap petugas.

"Belum pernah beroperasi sebelumnya, barang bukti kita amankan, tersangka kita tahan dan dijerat dengan undang-undang pangan," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved