Datang di Lombok, Asita Jatim Intip Potensi Wisata Produksi Tenun Pasca Gempa

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies ( Asita) Jawa Timur ke Pulau Lombok melakukan kunjungan ke Lombok, Senin (8/10/2018).

Datang di Lombok, Asita Jatim Intip Potensi Wisata Produksi Tenun Pasca Gempa
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
DPD Asita Jatim mengunjungi sentra tenun terbesar di Lombok, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggot, Lombok Tengah, Senin (8/10/2018). Potensi wisata di Lombok yang tak terganggu pasca gempa. 

SURYA.co.id | LOMBOK TENGAH - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies ( Asita) Jawa Timur ke Pulau Lombok melakukan kunjungan ke Lombok, Senin (8/10/2018).

Kunjungan ini merupakan agenda undangan dari Kementerian Pariwisata yang bertujuan untuk melihat pemulihan pariwisata di Lombok pasca gempa 7,0 skala richter Agustus silam.

Menurut Arifudinsyah, Ketua DPD Asita Jatim, banyak pihak di luar Lombok yang kawatir masuk ke Lombok pasca gempa lalu. Padahal menurut Arif, potensi tempat wisata di Lombok sangat besar. Bahkan, pengunjung terbanyak diketahui berasal dair Jatim. 

"Kami ingin menunjukkan dan membuktikan bahwa pariwisata di Lombok baik-baik saja. Lombok merupakan salah satu destinasi besar di Indonesia," kata Arif ditemui di sela kunjungan ini, Senin (8/10/2018).

Kunjungan ini dimulai dari melihat koleksi kain sentra tenun terbesar di Lombok, yakni di kawasan Desa Sukarara, Kecamatan Jonggot, Lombok Tengah, Senin (8/10/2018).

Setibanya di lokasi ini, para anggota Asita melihat langsung proses produksi kain tenun, tepatnya di koperasi Dharmasetya Lombok. Tak hanya melihat, mereka juga mencoba langsung proses tenun tersebut.

Secara bergantian, para anggota menggunakan alat tenun bukan mesin (atbm). Alat ini merupakan alat untuk menenun yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk maupun berdiri.

Di tempat tersebut, wisatawan memang diperbolehkan untuk mencoba langsung proses produksi kain tenun. Bahkan, di tempat ini juga menyediakan tempat foto dengan rumah khas adat Sasak.

Para pengunjung yang ingin berfoto juga bisa mengenakan pakaian khas adat Sasak. Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh para anggota Asita yang secara bergantian ikut mengenakan pakaian saksak serta dengan berfoto.

Hampir 2 bulan pasca gempa 7,0 skala richter pada awal Agustus lalu, Lombok memang kembali bergiat. Di antaranya angka penjualan kain tenun yang mulai tumbuh.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help