Citizen Reporter

Gerakan Resik Mahasiswa Universitas Brawijaya untuk Mengurangi Pencemaran

Gersik itu Gerakan Resik/Gerakan Bersih. Tujuan diadakannya Gersik untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah.

Gerakan Resik Mahasiswa Universitas Brawijaya untuk Mengurangi Pencemaran
SURYA.co.id/Citizen Reporter
Gersik itu Gerakan Resik/Gerakan Bersih. Tujuan diadakannya Gersik untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah. 

SURYA.co.id | MALANG - Gersik adalah salah satu program kerja dari BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Departemen Somaliah, tepatnya Divisi Lingkungan Hidup (LH).

Gersik itu Gerakan Resik/Gerakan Bersih. Tujuan diadakannya Gersik untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah.

Gersik dilaksanakan September 2018, setiap Kamis, pukul 12.00, saat jam istirahat.

Waktu itu cocok untuk mahasiswa yang tidak ada kegiatan. Mereka bisa mengikuti Gersik.

Jadi, yang mengikuti bukan hanya anggota BEM FEB UB karena jumlahnya terbatas dan biasanya ada kegiatan lain pada saat yang sama.

Sebelum diadakan Gersik yaitu H-1, Divisi LH mengumumkan akan diadakan Gersik dalam bentuk broadcast di grup media sosial.

Mereka mengajak para anggota BEM dan mencatat nama-nama yang bisa ikut Gersik.

Selanjutnya, pada hari H para anggota berkumpul di sekitar pohon beringin kampus dan menyiapkan plastik besar untuk tempah sampah.

Rute untuk membersihkan sampah yaitu dimulai dari basement lalu melewati meja-meja batu, gazebo, red zone, sekret-sekret, dan kembali ke pohon beringin.

Setelah sampah-sampah terkumpul, itu dipilah menjadi sampah yang dapat didaur ulang seperti botol dan kardus.

Sampah itu diletakkan di basement dan pada waktu tertentu akan dijual. Hasil penjualan disalurkan untuk memberi beasiswa.

Alifa, staf magang Divisi LH menjelaskan, kendala-kendala saat Gersik itu karena barang-barang LH yang ditaruh basement hilang. Itu akan diselesaikan melalui rapat dekanat.

“Kendala lain, yang ikut kurang banyak sehingga kurang rame. Selain itu, kalau ada yang baru ikut Gersik pertama, terkesan malu. Suasananya menjadi kaku,” ungkap Alifa.

Ia menambahkan, esensi ikut Gersik tidak semata-mata untuk membersihkan sampah, tetapi juga mempererat komunikasi.

Melania Yanuar R
Mahasiswa Universitas Brawijaya
mellayanuar@gmail.com

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help