Citizen Reporter

Cerita Kontes Sapi Cantik di Madura

Keunikan kebudayaan Madura tidak diragukan lagi. Itu dibuktikan dengan Karapan Sapi, Sapi Sonok, kuliner berupa sate, dan jamu Madura.

Cerita Kontes Sapi Cantik di Madura
SURYA.co.id/Citizen Reporter
Kontes Sapi Sonok yang diikuti 24 pasang sapi dengan berbagai pernak-pernik dan hiasan yang menempel di tubuhnya dan dengan iringan musik saronen. 

SURYA.co.id | MADURA - Kehadiran dan keunikan kebudayaan Madura tentu sudah tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dengan Karapan Sapi, Sapi Sonok, kuliner berupa sate dan jamu Madura.

Keunikan yang dimiliki Madura membuat banyak orang tertarik untuk mengunjungi Pulau Garam.

Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura membuat perjalanan menjadi lebih mudah.

Kalangan yang berkunjung baik dari kalangan akademisi yang melakukan penelitian atau riset mendalam terkait budaya atau hanya pelancong yang ingin menikmati dan mengerti tentang keunikan budaya Madura.

Pada kesempatan yang berharga itu, tim akademisi dari Program Studi Sosiologi Madura (UTM)'>Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Jurusan Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama atau join research berkait dengan kebudayaan Madura yang berfokus pada kesenian Sapi Sonok.

Penelitian diikuti 100 mahasiswa UTM dan UNNES. Penelitian yang berada di Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan itu berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2018. Di hari kedua pelaksanaan join research ini, berlangsung acara kontes Sapi Sonok yang digelar di lapangan desa Dempo Timur (27/9/2018).

Kontes Sapi Sonok yang diikuti 24 pasang sapi dengan berbagai pernak-pernik dan hiasan yang menempel di tubuhnya dan dengan iringan musik saronen.

Hal itu tentu dimanfaatkan mahasiswa dari kedua kampus untuk menggali data sedalam-dalamnya.

Kontes yang dimulai pukul 09.00-17.00 berlangsung meriah. Bahkan di tengah-tengah acara, mahasiswa ada yang berbaur dan belajar mengendalikan sapi.

Selain itu, terdapat sinden sebagai pengiring acara yang menyanyikan langgam Madura. Seluruh pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa menikmati hiburan itu.

Kontes Sapi Sonok membuat tim akademisi UTM serta UNNES bersemangat. Hana, mahasiswa Sosiologi UTM asal Tuban mengaku sangat terhibur dan tertarik dengan keunikannya.

“Sapinya yang cantik dan iringan serta tarian pengiringnya yang aduhai membuat saya betah untuk menonton dan terus ingin tahu tentang kesenian Sapi Sonok itu,” tutur Hana, Kamis (27/9/2018).

Kontes itu selain untuk menampilkan kecantikan dan keindahan sapi, juga dapat menyambungkan tali silaturahmi antarwarga. Mirjan yang disapa Mbah Mirjan senang bertemu dengan para mahasiswa.

“Saya sangat suka dengan kesenian ini. Saya keluarkan Rp 1 juta per minggu untuk hobi saya ini. Alhamdulillah, sekarang saya bisa kenal banyak orang. Saya sangat senang,” tutur salah satu pemilik dan peserta Sapi Sonok.

Aditya Ramadhani Pratama
Mahasiswa Sosiologi
Universitas Trunojoyo Madura
aditkudit16@gmail.com

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved