Fashion

Sesuaikan Batik Lukis dengan Bentuk Tubuh

Selain batik teyeng, batik lukis Handayani Hoetomo juga meramaikan Hari Batik Nasional kerja sama Hotel Ayola LaLisa dan Komunitas E-UKM Surabaya

Sesuaikan Batik Lukis dengan Bentuk Tubuh
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Batik lukis`Handayani Hoetomo meramaikan perayaan Hari Batik Nasional kerja sama Hotel Ayola LaLisa dan Komunitas E-UKM Surabaya itu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selain batik teyeng, batik lukis milik Handayani Hoetomo juga meramaikan perayaan Hari Batik Nasional kerja sama Hotel Ayola LaLisa dan Komunitas E-UKM Surabaya itu.

Ia memamerkan dua koleksi batik lukisnya yang berwarna merah dan putih.

Pada atasan yang berwarna merah, ia menggunakan bahan sutra, sedangkan yang putih berbahan sifon.

“Bahan-bahan seperti ini bisa dipakai kemanapun, acara apapun. Saya juga membuatnya free size, jadi semua bentuk tubuh bisa mengenakannya,” jelas perempuan yang akrab disapa Hanny ini.

Hanny senang membuat motif lukisan seperti bunga dan wayang.

Namun, ia mengakui, banyak pembelinya yang merasa was-was mengenakan pakaian dengan terlalu banyak motif karena takut tubuhnya terlihat lebih lebar.

“Bisa diakali dengan jenis lukisannya, kalau membuat motif garis atas ke bawah, itu membuat siluet lebih kurus,” ujarnya.

Sedangkan ukuran motif memengaruhi tampilan tubuh.

Agar tubuh tampak lebih kurus, Hanny akan menyarankan batik lukis dengan motif bunga ukuran sedang hingga kecil.

Sedangkan untuk pelanggan berbadan kurus, ia menyarankan motif bunga ukuran sedang hingga besar.

“Lalu soal warna itu juga sangat memengaruhi penampilan besar-kecilnya tubuh. Warna tua itu biasanya cocok untuk yang tubuhnya besar, sedangkan yang tubuhnya kecil cocok warna-warna soft, pastel,” imbuhnya.

Karena ia harus menyatukan antara atasan batik lukis dan bawahan yang juga batik, Hanny memilih membuat atasannya didominasi bagian polos.

Semua koleksinya merupakan hasil lukisan tangan Hanny menggunakan tinta tekstil.

Tidak hanya di atas sutra dan sifon, anggota Komunitas E-UKM Surabaya itu juga biasa melukis di atas sarung maupun abaya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help