Berita Banyuwangi

Benchmarking di Banyuwangi, Kemenhub Coba Joy Flight di Udara

Sebanyak 29 orang dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melakukan benchmarking di Banyuwangi.

Benchmarking di Banyuwangi, Kemenhub Coba Joy Flight di Udara
surya.co.id/haorrahman
Peserta benchmarking diajak keliling udara Banyuwangi saat Joy Flight bersama Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi, Kamis (4/10/2018). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebanyak 29 orang dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melakukan benchmarking di Banyuwangi. Selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (2-4 Oktober) mereka berkeliling Banyuwangi, belajar inovasi dan pelayanan publik.

Mereka adalah peserta diklat kepemimpinan tingkat III angkatan XXXVII. Para peserta diajak keliling udara Banyuwangi saat Joy Flight bersama Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi, Kamis (4/10/2018).

Mereka adalah para calon pimpinan di bawah naungan Kemenhub, laut, darat dan udara.

Satu persatu peserta diklat mengikuti Joy Flight dengan menggunakan pesawat latih Cessna 172 SP.

Sebagian lagi, mencoba simulator pesawat Redbird dan Alsim. Usai mencoba semua fasilitas pendidikan tersebut, mereka mendapatkan wings kehormatan sekolah pilot di Banyuwangi tersebut.

"Banyuwangi tak hanya dikenal dengan inovasinya. Tapi juga keindahan alam yang sangat indah dari udara. Kami sangat menikmati," ujar Suyadi, salah satu peserta.

Ditambahkan, Ryeska Fajar Kusuma, yang juga menjadi salah satu peserta benchmarking mengatakan, dirinya tahu banyak perjuangan BP2 Penerbang Banyuwangi untuk menjadi sekolah pilot profesional. Dirinya mengaku bangga, perubahan cepat yang dilakukan Pilot School Banyuwangi ini.

"Sekolah ini sangat cepat berkembang. Selangkah lagi menjadi Akademi. Figur pemimpin yang profesional dan kolaboratif yang membuat sekolah ini menjadi bagus seperti ini," ujarnya. 

Sementara untuk benchmarking di Banyuwangi, menurutnya, pemilihan lokasi di Banyuwangi sangat tepat. Pihaknya mendapatkan masukan dan ide baru, bagaimana inovasi dibuat untuk kemaslahatan masyarakat.

"Kami datangi Kantor Bupati dan Desa Ketapang Kalipuro. Ada beberapa program disana. Salah satunya Smart Kampung. Ini inovasi yang baik oleh pemerintah Kabupaten yang nanti akan kita adopsi. Selain itu, kearifan lokal Banyuwangi yang menarik. Tidak salah jika Banyuwangi menjadi destinasi wisata dan belajar inovasi," tambahnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi sangat membuka diri bagi siapa pun yang ingin belajar.

“Kami menyediakan sebagai laboratorium untuk belajar berbagai hal. Kami juga ingin saling berbagi program inovatif yang dilakukan daerah lain. Karena itu kami mempersilahkan siapa pun bisa belajar disini,” ujar Anas.

”Tentu kita saling menimba ilmu dan pengalaman. Kami sangat senang jika para pegawai Kemenhub juga berkenan memberi suntikan inspirasi ke Banyuwangi,” tambahnya.

Anas menjelaskan, inovasi telah menjadi ruh bagi pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved