Berita Sidoarjo

Kurir Sabu-sabu Seberat 6,5 Kg di Terminal Bungurasih Dihukum 18 tahun Penjara

Budi Hartono, kurir sabu-sabu seberat 6,5 kg yang ditangkap di Terminal Bungurasih tertunduk lesu setelah divonis 18 tahun penjara.

Kurir Sabu-sabu Seberat 6,5 Kg di Terminal Bungurasih Dihukum 18 tahun Penjara
ist
Budi Hartono, kurir sabu-sabu yang ditangkap di terminal Bungurasih dengan barang bukti 6,5 kg sabu-sabu 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Budi Hartono tertunduk lesu di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (3/10/2018).

Pria 41 tahun asal Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya itu dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Eko.

Tak hanya itu, hakim juga mewajibkan terdakwa Budi Hartono membayar denda sebesar Rp 1 miliar.

"Jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman selama 6 bulan," kata hakim Eko membaca amar putusannya.

Hukuman itu dianggap pas oleh majelis hakim karena terdakwa terbukti menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 6,5 kilogram.

Sabu sebanyak itu dibawanya dari Pontianak menuju Surabaya. Dia ditangkap petugas Polda Jatim saat berada di Terminal Purabaya di Bungurasih Sidoarjo.

Baca: Sempat Iba Ratna Sarumpaet Dianiaya, ini Pernyataan Hanum Rais Setelah Kebohongan Terungkap

Ketika diringkus petugas, Budi Hartono ketahuan membawa lima bungkus sabu yang beratnya mencapai 6,5 kilogram. Benda tersebut terbungkus kardus dan dimasukkan ke dalam tas ransel.

Terungkap bahwa untuk membawa sabu sebanyak itu, terdakwa mendapat upah atau imbalan sebesar Rp 20 juta.

Vonis tersebut terbilang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya, terdakwa dituntut hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp 3 miliar subsider satu tahun penjara.

Menanggapi putusan ini, jaksa Nur Hayati sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir saat ditanya oleh ketua majelis hakim.

Demikian halnya terdakwa, juga menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan kepadanya.

Sementara menurut kuasa hukum terdakwa, Hasan Sodikin, vonis tersebut dinilai terlalu berat.

"Fakta persidangan jelas membuktikan bahwa barang bukti itu bukan milik terdakwa. Dia hanya berperan sebagai kurir. Jadi menurut kami vonis itu terlalu berat," kata Hasan.

Namun, pihaknya mengaku belum bisa memutuskan sekarang, apakah banding atau menerima putusan.

Pihaknya perlu berkoordinasi lebih dalam dengan terdakwa dan perlu mempertimbangkan sejumlah hal untuk memutuskan. Menerima atau banding.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved