Berita Sidoarjo

Khofifah Rencanakan Pembangunan Pasar Induk Beras di Buduran Sidoarjo

Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan tim Bulog dari Jakarta dan Jatim untuk membahas rencana pembangunan pasar induk beras di Sidoarjo

Khofifah Rencanakan Pembangunan Pasar Induk Beras di Buduran Sidoarjo
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardhana
Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa terus melakukan navigasi program meski belum resmi menjalankan tugas sebagai orang nomor satu Jawa Timur.

Rabu (3/10/2018), Khofifah baru saja bertemu dengan tim Bulog dari Jakarta dan juga dari Bulog Jawa Timur.

Topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah tentang penyiapan pasar induk beras di Buduran Sidoarjo.

"Jadi saya baru saja berjumpa dengan tim Bulog Jakarta dan Jatim, tadi membahas rice mill unit. Tadi disebutkan Bulog akan membuka pasar induk beras. Kemungkinan bisa dilakukan di gudang beras di Buduran, Sidoarjo," kata Khofifah.

Pasar induk beras di Buduran ini bakal menggunakan salah satu gudang milik Bulog. Opsi memanfaatkan gudang Bulog untuk dijadikan pasar induk berAs menurut Khofifah adalah keputusan yang tepat karena akan mempercepat realisasi pembentukan pasar induk beras di Jawa Timur.

"Saat dibahas tadi, seharusmya November sudah bisa dibuka. Sebab infrastrukturnya tinggal menambah sekat-sekat saja. Lahan dan gedung kan sudah punya Bulog," katanya.

Nanti pihak pedagang yang ingin membuka lapak bisa tinggal menyewa. Sistemnya sama dengan persewaan stan toko di pasar lain. Pasar induk beras ini akan menjadi sentra industri beras yang sekarang ini sudah disiapkan di Jember berbentuk rice mill unit.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan, untuk pembentukan pasar induk beras ini sejatinya adalah arahan dari Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan pembangunan tujuh asar induk beras di tujuh provinsi. "Nah di Jawa Timur ini belum ada," tambahnya.

Untuk pemilihan lokasi Buduran, Khofifah menyebutkan sebetulnya ada beberapa opsi. Yaitu Lamongan dan Jonbang, yang tolnya juga bagus menjadi modal akses. Namun lantaran secara fiaik di Buduran lebih siap maka opsi tersebut lebih dipilih untuk diambil.

"Tinggal bangun fasum, fasos, toilet dan juga musolah," imbuhnya.

Dalam komunikasi dengan Bulog tersebut,  mantan Menteri Sosial ini turut menyampaikan kebutuhan pengering padi untuk Jawa Timur. Total kebutuhannya mencapai 1.200 unit mesin pengering padi. Namun dalam waktu dekat kemungkinan baru 50 unit saja yang akan diuji coba diserahkan ke masyarakat.

"Tapi kalau yang saya minta Bulog juga melakukan pengadaan dryer dengan memberikannya ke masyarakat yang bermitrakan dengan BUMDes. Nah pada saat yg sama saya minta Bulog bisa inisiasi pasar induk beras," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved