Berita Banyuwangi

Ekonom Universitas Brawijaya Malang Teliti Dampak Ekonomi Banyuwangi Festival

Dias menuangkannya dalam buku berjudul “Ekonomi Festival” yang diterbitkan resmi oleh Universitas Brawijaya.

Ekonom Universitas Brawijaya Malang Teliti Dampak Ekonomi Banyuwangi Festival
surya/haorrahman
Dias Satria, penulis buku berjudul Ekonomi Festival yang diterbitkan resmi oleh Universitas Brawijaya. ‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi Festival yang digelar sejak 2012, tidak hanya mengerek nama Banyuwangi, namun juga menggerakkan ekonomi.

Hal itu diteliti Dias Satria, ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya, Malang.

Secara mandiri, doktor ekonomi lulusan Adelaide University, Australia, itu mengkaji dampak ekonomi Banyuwangi Festival yang tiap tahunnya beragendakan lebih dari 70 atraksi wisata budaya, wisata alam, dan wisata olahraga.

Dias menuangkannya dalam buku berjudul “Ekonomi Festival” yang diterbitkan resmi oleh Universitas Brawijaya.

“Saya tertarik mengkaji dampak Banyuwangi Festival sebagai salah satu benchmark di Indonesia yang berhasil mengembangkan ekonomi kreatif dalam kemasan festival, tentu dengan tidak mengesampingkan masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi,” ujar Ketua Program Internasional Ekonomi Keuangan FEB Universitas Brawijaya tersebut, Rabu (3/10/2018).

Dias mengkaji Banyuwangi Festival dengan mengombinasikan ilmu manajemen event, destination branding, dan teori pariwisata berkelanjutan.

“Ekonomi festival layak dipertimbangkan menjadi kajian serius, bahkan cabang ilmu baru, seperti halnya ekonomi pertanian, ekonomi perbankan, dan sebagainya. Hal ini mengingat sekarang banyak daerah menggarap festival, di mana salah satu yang paling awal memulai adalah Banyuwangi,” papar Dias.

Menurut Dias, festival menjadi pengungkit paling efektif dalam meningkatkan promosi destinasi.

“Buku ini juga me-review pelajaran dari festival-festival di berbagai belahan dunia yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal,” jelas peraih gelar Young Economist Award dari Menteri Keuangan itu.

Buku tersebut, kata Dias, terinspirasi dari perjalanan studinya di South Australia ketika melihat event-event lokal, seperti Adelaide Fringe, Royal Adelaide Show, dan festival lokal lain.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help