Berita Mojokerto

Sampah di Jalan Modongan Kabupaten Mojokerto Meluber, Warga: Bau Busuknya Minta Ampun!

sampah di Jl Modongan itu sudah menumpuk tiga pekan dan belum diangkut petugas DLH Kabupaten Mojokerto.

Sampah di Jalan Modongan Kabupaten Mojokerto Meluber, Warga: Bau Busuknya Minta Ampun!
surya/danendra kusumawardana
Sampah di Jalan Modongan Kabupaten Mojokerto yang menumpuk selama tiga pekan dan belum diangkut petugas DLH. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sampah dapur yang terbungkus kantong plastik, popok, dan bohlam lampu, terlihat menumpuk dan berserakan di samping Jalan Modongan, Desa Ringinrejo Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Tumpukan sampah itu memanjang hingga 4 meter, sebagian meluber ke jalan, dan mengeluarkan bau tak sedap bahkan terendus hingga radius 6 meter. Sebagian pengendara motor dan pesepeda yang lewat di sisinya, otomatis menutup hidung dengan tangan.

Warga Desa Ringinrejo, Parni'ah, mengatakan sampah di Jl Modongan itu sudah menumpuk tiga pekan dan belum diangkut petugas DLH. Ia juga mengeluh meski sampah terbungkus rapi di kantong plastik, bau busuk menyengat.

"Sampah sudah tiga minggu belum dibersihkan. Bau busuknya minta ampun," katanya, pekan lalu.

Belum lagi, lanjut Parni'ah, sebentar lagi musim hujan tiba. Bau sampah akan lebih menyengat.

Selain itu, bau busuk itu dapat mengundang lalat.

"Banyak lalat beterbangan kalau musim hujan. Saya membuka warung tak jauh dari tumpukan sampah. Pasti mengganggu pelanggan saya," keluhnya.

Ia mengungkapkan, sampah itu dibuang oleh pedagang dan warga di luar Desa Ringinrejo yang melintas di Jl Modongan.

"Pembuang sampah sepertinya warga dari luar desa dan pedagang. Saya pernah melihat ada pedagang yang membuang sampah di situ. Pembuangan sampah biasanya dilakukan pada pagi dan sore jelang Maghrib," terang Parni'ah.

Sementara Wahyu Santoso, pengendara motor, mengaku acap kali melintas di Jl Modongan dan harus menutup hidung karena bau busuk saat melintas di tumpukan sampah.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help