Lapor Cak

Parkir di Terminal Purabaya Dikeluhkan, Karcis Tertulis Rp 500 Bayar Rp 5.000, kalau Inap Rp 8.000

Banyak penumpang di Terminal Purabaya mengeluhkan mahalnya tarif parkir di dalam areal Terminal Purabaya Bungurasih.

Parkir di Terminal Purabaya Dikeluhkan, Karcis Tertulis Rp 500 Bayar Rp 5.000, kalau Inap Rp 8.000
surya.co.id/nuraini faiq
Karcis parkir resmi di bawah Dishub Kota Surabaya yang membuka layanan di dalam areal Terminal Purabaya, Senin (1/10/2018). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Banyak penumpang di Terminal Purabaya mengeluhkan mahalnya tarif parkir di dalam areal Terminal Purabaya Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

Terminal yang dikelola Dishub Kota Surabaya ini memberlakukan tarif tidak seusai dengan tertulis pada karcis parkir.

 Kondisi yang membuat penumpang makin kecewa karena memberlakukan tarif tidak seuai dengan yang tertera. Setiap pemarkir motor wajib membayar Rp 3.000 saat memasukkan motor mereka ke areal parkir. 

 Petugas akan mencegat dengan memberikan dua karcis. Karcis yang satu ditempel atau di-staples di sepeda motor. Karcis yang satunya diserahkan dan wajib dibawa pemilik motor. Karcis itu tertulis resmi dengan korps Diahub Kota Surabaya. 

 "Masak karcis tertulis Rp 500 biayanya Rp 3.000," kata Rudianto, penumpang yang memarkir motornya di dalam areal Terminal Purabaya kepada Surya.co.id, Senin (1/10/2018).

Ada setidaknya tiga titik parkir di dalam areal terminak itu dengan sistem yang sama. Mereka memberlakukan sistem manual dengan memberikan karcis resmi. Namun para pemilik motor itu kaget saat diminta membayar karcis masuk sebesar Rp 3.000.

Rudianto sebelumnya pernah menanyakan kenapa karcis tertulis Rp 500 tapi membayarnya Rp 3.000.

Dia menceritakan mempertanyakan nominal itu akan sia-sia karena hanya akan dijawab itu sudah sesuai ketentuan. Begitu juga saat didesak kenapa membayarnya tak seusia nominal di karcis. 

"Kami diberitahukan kalau karcis ini untuk parkir progresif. Katanya setiap jam akan berlaku tambahan Rp 500. Karena dibulatkan menjadi Rp 3.000. Begitu penjelasan petuga penjaga padkir," kata Rudianto menirukan petugas.

Tidak hanya terhenti di nominal itu kalau menginap. Rudianto yang kini pindah ke lokasi parkir lain menyebutkan tarifnya kemahalan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help