Berita Surabaya

Rencana Khofifah Setelah Melihat Maraknya Kasus Kekerasan Anak di Jawa Timur

Khofifah mengundang Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yaitu Kak Seto Mulyadi, untuk diskusi masalah perlindungan anak di Jawa Timur.

Rencana Khofifah Setelah Melihat Maraknya Kasus Kekerasan Anak di Jawa Timur
Surya/Fatumatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2018-2024 Khofifah Indar Parawansa usai bertemu dengan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yaitu Kak Seto Mulyadi, untuk diskusi masalah perlindungan anak di Jawa Timur, Jumat (28/9/2018).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Blitar beberapa waktu lalu mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2018-2024 Khofifah Indar Parawansa

Menurut mantan Menteri Sosial kabinet Presiden Joko Widodo ini, kasus ini menjadi sampel yang kuat bahwa banyak daerah di Jawa Timur yang belum benar-benar ramah anak. 

Untuk itu,  hari ini,  Jumat (28/9/2018), Khofifah mengundang Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yaitu Kak Seto Mulyadi, untuk diskusi masalah perlindungan anak di Jawa Timur

"Kita ingin pengurus LPA di daerah fokus agar anak-anak Jawa Timur dijauhkan dari tembakau.  Lalu saya juga minta Komnas PA bisa membantu mencegah kekerasan pada anak," kata Khofifah yang diwawancarai usai pertemuan dengan Kak Seto.

Lebih lanjut, ia mengatakan kasus dua pekan lalu dimana ada dua kasus berturut di Blitar. Anak usia 11 tahun menjadi korban kekerasan seksual oleh sejumlah orang dewasa. 

Setelah berdiskusi panjang,  Khofifah menjelaskan ada kebutuhan membentuk jejaring perlindungan anak hingga di tingkatan RT RW. 

"Jadi atas saran beliau, LPA butuh membuat jejeraring perlindungan anak di tingkat RT RW,  jadi semacam satgas perlindungan anak tingkat RT RW begitu," kata Khofifah. 

Di Jawa Timur ini, disampaikan gubernur terpilih yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak ini,  sudah ada yang terbentuk.  Tepatnya di Banyuwangi. 

Sedangkan di kabupaten kota yang lain masih banyak yang belum memiliki satgas perlindungan anak hingga tingkat RT dan RW. 

Sehingga ke depan perlu dibentuk satgas serupa untuk lebih memberikan perlindungan pada anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved