Lifestyle

Kain Saja Lombok dari  Lombok Timur Bisa Dikembangkan Jadi Fashion

Potensi hasil karya tenun dari masyarakat Lombok Timur bisa dikembangkan menjadi fashion di Jatim.

Kain Saja Lombok dari  Lombok Timur Bisa Dikembangkan Jadi Fashion
surya.co.id/ahmad zaimul haq
POTENSI TENUN - Humanitarian acivist dari Surabaya, Santi Dwi (tengah) berbincang dengan sosialita Surabaya tentang potensi hasil karya tenun dari masyarakat Lombok Timur yang bisa dikembangkan menjadi fashion di Jatim di sela-sela acara charity Lombok sosialita ‘We are one’ di Pentados, Jumat (28/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Potensi hasil karya tenun dari masyarakat Lombok Timur bisa dikembangkan menjadi fashion di Jatim. Itu terlihat dengan dikenalkannya kain tenun bernama kain saja, yang punya aksen otentik dan dijadikan aksesoris atau busana.

Humanitarian acivist dari Surabaya, Santi Dwi menjelaskan, dia mengenal kain tenun eksotis ini ketika menjadi sukarelawan di Lombok, pasca gempa yang mengguncang NTB itu.

“Ketika itu, saya sedang istirahat di Desa Lenek Kecamatan Lombok Timur. Di sana, saya diberitahu bahwa ada kain buatan warga, bernama kain saja,” ujarnya di sela-sela acara charity Lombok sosialita ‘We are one’ di Pentados, Jumat (28/9/2018).

Ketika diperhatikan, kain buatan warga desa itu bagus dan motif sederhana tapi eksotis. Sebagai bentuk kepedulian pada hasil karya warga desa itu, dia lalu membawa kain-kain ini ke Surabaya dan akan mengembangkan kain ini menjadi fashion.

“Kain ini ternyata mendapatkan respon positif dari pecinta fashion dan sosialita,” ujarnya.

Dia bakal mengajak desainer Surabaya, Embran Nawawi untuk mengembangkan proyek fashion dengan kain ini. Dari rencana yang ada, dia dan Embran akan membuat ornamen tas. Selain tas, kain ini bisa digunakan sebagai selendang dan celana panjang. Keistimewaan kain ini adalah kombinasi warna terang, seperti hijau, kuning dan ungu.

“Motif yang ada pada kain ini adalah bentuk garis lurus. Kain ini dengan kombinasi fashion, bisa digunakan di semua usia, muda hingga dewasa,” paparnya.

Sementara itu, selain mengangkat hasil karya warga Lombok, puluhan sosialita dan pejabat berkumpul dalam acara ‘We are one’. Beberapa pejabat seperti istri Saifullah Yusuf, Fatma Saifullah Yusuf dan anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia ikut bergabung dalam charity itu.

Mereka tampak antusias bersantap dan mendengarkan lantunan suara Andre Hehanusa. Para sosialita dan pejabat yang hadir itu membeli tiket di sana, dan hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke korban gempa.

“Ada beberapa komunitas yang juga hadir. Mereka peduli dan ikut menyumbang untuk korban gempa Lombok,” jelas Amelia Salim, salah satu inisiator ‘We are one’.

Dia dan inisiator lain berinisiatif menjual tiket showing Andre Hehanusa dan santap siang, dimana tiket dijual Rp 250 ribu per orang. Penjualan ini bakal langsung disalurkan ke korban Lombok. “Ini semua adalah kepedulian kami pada korban bencana,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved