Lapor Cak

Air PDAM Mengalir Cuma 4 Jam Sehari, Warga Lidah Wetan Surabaya Terpaksa Begadang

Warga Lidah Wetan Gang VI RT03/RW3, Surabaya, kesal karena pasokan air PDAM seret. Sehari, air cuma mengalir 4 jam

Air PDAM Mengalir Cuma 4 Jam Sehari, Warga Lidah Wetan Surabaya Terpaksa Begadang
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Maimunah menunjukkan bak kamar mandi yang kosong karena air PDAM tidak mengalir selama 3 hari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Lidah Wetan Gang VI RT03/RW3 Lakasantri Kota Surabaya mulai kesulitan air bersih.

Hal ini disebabkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir.

Maimunah (47) warga setempat mengatakan, sebenarnya air mampet bukanlah hal yang baru bagi mereka. Namun dibandingkan sebelumnya, kali ini bisa dibilang paling parah. 

"Mulai seret itu selama dua minggu tetapi paling parah air PDAM tidak mengalir sudah tiga hari ini," ujarnya kepada Surya ditemui di kediamannya, Kamis (27/8/2018).

Dia mengatakan, karena air PDAM mengalir hanya empat jam, yakni mulai pukul 22.30 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari, warga terpaksa begadang.

"Air PDAM mengalir malam, itupun volumenya kecil, tidak mampu memenuhi bak kamar mandi berukuran kecil," ungkapnya.

Baca: Belasan Motor Siswa SMKN 6 Surabaya Terbakar di Parkiran, Kerugian Tembus Rp171 Juta

"Kasihan anak sekolah kalau gak ada air tidak bisa mandi dan lainnya, jelas sangat menganggu habiskan waktu untuk menunggu air mengalir," keluhnya.

Menghadapi kesulitan air ini dia menampung air PDAM ke wadah bak plastik untuk cadangan air bersih. Meskipun begitu, cadangan air itu tidak cukup untuk menunjang kebutuhannya.

"Sudah simpan cadangan air itupun siang sudah habis," jelasnya.

Untuk mengakalinya, kata Maimunah, warga setempat memanfaatkan sumur lawas yang tidak terpakai untuk memperoleh air bersih. Dia harus berjalan kaki cukup jauh menuju ke mata air di dalam sumur tersebut. Warga secara bergantian menimba untuk mengambil air dari sumur.

"Kalau air PDAM tidak mengalir ya ambil air di sumur tetangga ada juga yang beli air," terangnya.

Maimunah menceritakan, warga setempat pernah komplain ke kantor PDAM terkait pelayanannnya. Usai laporan, air kembali mengalir normal namun itu bertahan cuma tiga hari.

karena itu, kini warga hanya pasrah sambil  berharap PDAM dapat memperhatikan nasib warga kurang mampu yang rutin telah membayar tagihan air PDAM setiap bulannya.

"Tidak ada yang tidur menunggu air PDAM sampai mengalir," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help