Berita Surabaya

Pendiri Arva School of Fashion Terbitkan Buku, Ajak Orang Manfaatkan Limbah Pakaian

Perintis Arva School of Fashion ini ingin mengedukasi sekaligus mengajak setiap orang untuk mengenal home sewing.

Pendiri Arva School of Fashion Terbitkan Buku, Ajak Orang Manfaatkan Limbah Pakaian
surya/ahmad zaimul haq
Pendiri Arva School of Fashion, Aryani Widagdo, tetap berkarya dengan mengedukasi orang agar menyukai menjahit lewat buku berjudul ‘Let’s Go Green With Fabric Yoyo’. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak melepas sekolah mode yang telah dirintisnya, Arva School of Fashion, bukan berarti Aryani Widagdo melepas dunia fashion yang dicintainya itu. Sebaliknya, perempuan kelahiran 4 Juli 1949 ini tetap berkarya dengan mengedukasi orang agar menyukai menjahit lewat buku berjudul ‘Let’s Go Green With Fabric Yoyo’.

Rambutnya yang memutih dan tongkat yang menopangnya saat berdiri dan berjalan, tak mengendurkan semangatnya saat menerangkan isi buku ini pada pecinta dan pemerhati fashion yang hadir di Pakuwon Mall.

Dari pemaparan isi bukunya itu, perintis Arva School of Fashion pada 1989 ini ingin mengedukasi sekaligus mengajak setiap orang untuk mengenal home sewing.

Sewing atau menjahit tak sekadar membuat kain menjadi baju, tapi ini adalah seni. Seni yang saat ini sudah hampir hilang, karena gaya hidup yang lebih praktis dan harga pakaian yang murah serta beragam.

“Kalau zaman dulu, masih banyak orang yang suka menjahit dan memiliki mesin jahit di rumah. Kalau saat ini tentu sangat jarang ada yang menjahit sendiri,” terangnya, Rabu (26/9/2018).

Buku yang digarapnya ini seperti memberi pengaruh pada setiap orang, baik pria dan perempuan, bahwa menjahit adalah pekerjaan sekaligus hobi yang menyenangkan.

Menjahit adalah pekerjaan individu yang punya ikatan batin dengan hasil karyanya. Dengan begitu, maka baju yang dibuatnya tak mudah dibuang sebagai sampah.

“Padahal, pakaian adalah polutan terbesar kedua di dunia setelah minyak. Makanya, home sewing memang perlu dikenalkan lagi,” ujarnya.

Berkaitan dengan polutan, buku ini juga membahas bagaimana pemanfaatan limbah perca sebagai sewing craft, guna mengurangi pencemaran lingkungan.

Dengan menjahit, maka orang bisa memanfaatkan perca untuk membuat yoyo kain. Dia mendefinisikan sebagai kain panjang yang dibentuk lingkaran dengan cara dijahit dan serut bagian tengahnya ditarik, sepintas ini mirip pola bunga.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help