Berita Surabaya

Pemukulan Siswa Inklusi SMKN 1 Surabaya oleh Kepsek, Seperti Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Pemukulan siswa inklusi SMKN 1 Surabaya oleh kepsek, seperti ini penjelasan pihak sekolah.

Pemukulan Siswa Inklusi SMKN 1 Surabaya oleh Kepsek, Seperti Ini Penjelasan Pihak Sekolah
surya/sulvi sofiana
MZN (empat dari kiri) saat memberikan pernyataan pada wali murid dan pihak sekolah di SMKN 1 Kota Surabaya, Rabu (26/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kekerasan yang dilakukan Kepala SMKN 1 Surabaya pada siswanya diakui pihak sekolah memang terjadi.

Wakil Kepala SMKN 1 Surabaya Bidang Kesiswaan, Asslamet mengungkapkan, peristiwa kekerasan ini pertama kali terjadi.

Bahkan, sebenarnya kepala sekolah sering mengingatkan untuk tidak memakai kekerasan.

"Kalau saya nyubit ya pernah, tapi tidak sampai seperti ini. Saya yakin hal ini khilaf," ungkapnya, Senin (27/9/2018).

Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi dan sekolah.

Menurutnya, sekolah selama ini hanya ingin menerapkan disiplin kasih sayang, bukan berdasarkan emosi seperti peristiwa hari ini.

Baca: Siswa Inklusi SMKN 1 Kota Surabaya Diduga Jadi Korban Pemukulan Kepala Sekolah saat Jam Ujian

Baca: BREAKING NEWS - 18 Motor Siswa SMKN 6 Surabaya yang Parkir di Pinggir Jalan Ludes Terbakar

"Saya jamin anak-anak tidak akan trauma besok. Biasanya kami menerapkan sebelum jam berakhir anak-anak memang harus tetap di kelas dan tidak boleh keluar,"ungkapnya.

Peristiwa kekerasan ini terjadi karena sejumlah siswa keluar kelas sebelum jam ujian tengah semester selesai.

Diketahui para siswa melaksanakan ujian mulai pukul 07.00 wib dan sudah keluar kelas pukul 07.30 wib.

"Kalau anak-anak ribut di keluar kelas memang akhirnya mengganggu kelas lain," urainya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved