Lipsus

Parpol Ramai-ramai Pasang Caleg Artis, Airlangga Pribadi: Proses Pengkaderan Tak Jalan

Seharusnya partai bersangkutan menampilkan kadernya yang dikenal di masyarakat, tujuannya jelas untuk mengangkat suaranya.

Parpol Ramai-ramai Pasang Caleg Artis, Airlangga Pribadi: Proses Pengkaderan Tak Jalan
surya/fatimatuz zahro
Pengamat Politik Unair, Airlangga Pribadi 

SURYA.co.id | Adanya partai politik (parpol) yang mengusung artis-artis papan atas atau artis ibukota untuk turun di dapil-dapil menandakan ada sesuatu yang diharapkan oleh parpol itu.

Pertama, dengan mengandalkan popularitas artis, parpol bersangkutan berharap pada artis uang populer dan dikenal di masyarakat ini bisa mendulang suara di dapilnya.

Namun, ada perbedaan mendasar antara popularitas yang disandang artis dengan elektabilitas. Popularitas yang tinggi bisa diarahkan untuk mengangkat elektabilitas suara.

Kita melihat sebagian partai yang menampilkan artis pada pileg, di mana sebagian besar artis ini bukan kader partai.

Dari sini menunjukkan pertama tidak berfungsinya proses rekrutmen dan kaderisasi dari partai itu. Artinya ada persoalan fungsi dari struktur partai.

Seharusnya partai bersangkutan bisa menampilkan kadernya yang dikenal di masyarakat, tujuannya jelas untuk mengangkat suaranya.

Kalaupun ada artis dengan senioritasnya yang diusung, lalu partai memberikan pelatihan dan pengkaderan dalam waktu tertentu, dalam hal pendidikan politik, tentunya ini adalah proses yang instan.

Bila itu artis senior dan punya nama, jika konteksnya senior keartisan kemungkinan potensinya untuk mendulang suara masih berpeluang. Tapi lagi-lagi proses parpol dalam melakukan pengkaderan ini tidak jalan. Jika ini yang terjadi, partai ini ada rasa tidak percaya diri.

Namun, bukan berarti semua artis yang masuk ke dunia politik dan terjun dalam partai politik itu buruk dan tidak paham partai politik.

Yang terlihat dalam partai itu proses rekrutmen yang terkesan instan, apalagi merekrutnya di tahun menjelang pilkada atau pileg mereka baru di rekrut. Artinya selama 4 tahun lebih perjalanan partai proses pengkaderan ini tidak berjalan dengan baik.

Sebaliknya, kalau saja parpol ini paham maka sama-sama mengusung orang di luar kader maka dengan mengangkat tokoh lokal yang paham dengan daerahnya. Tapi tentunya dengan mendahulukan dan mengusung kader-kadernya, maka proses kaderisasi sebuah partai ini berjalan baik.

Dengan mengangkat tokoh lokal. Sebetulnya kalau parpol paham ya mestinya itu. Tentunya tokoh lokal itu yang lebih baik parpol itu mendahulukan kader kadernya.

Artis itu senior dan punya nama kalau konteksnya senior keartisan kemungkinan potensinya mengangkat bisa. Tapi lagi-lagi proses parpol dalam melakukan pengkaderan ini tidak jalan. (iit/fla)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help