Pileg 2019

Baru Jalan Empat Hari, Caleg di Surabaya Sudah Langgar Aturan Kampanye

KPU menyayangkan banyak caleg yang masih tidak patuhi aturan. Khususnya memasang APK di wilayah terlarang

Baru Jalan Empat Hari, Caleg di Surabaya Sudah Langgar Aturan Kampanye
surya/fatimatuz zahro
Atribut kampanye baliho caleg berdiri di jalur hijau Jalan Kertajaya, Rabu (26/9/2018). Baliho ini melanggar aturan kampanye di Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jalannya kampanye pemilihan legislatif (Pileg) baru berjalan tiga hari. Namun, di Kota Surabaya sudah tampak sejumlah pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh para calon legislatif (caleg).

Salah satunya seperti yang tampak di Jalan Kertajaya, Rabu (26/9/2018). Terdapat sejumlah alat peraga kampanye (APK) berupa baliho yang terpasang jalan di depan viaduk Jalan Kertajaya. Baliho caleg DPRD Kota Surabaya dari PDIP, juga sejumlah caleg yang lain, terpasang di jalur hijau di Jalan Kertajaya.

Baliho yang menyantumkan sosialisasi kertas suara itu berdiri tegak di atas jalur hijau di median jalan. Berdasarkan pengamatan, APK itu sudah terpasang lebih dari dua hari dan belum ada penindakan.

Komisioner KPU Kota Surabaya Bidang SDM dan Partisipasi Masyarakat, Muhammad Kholid Asyadulloh, mengatakan sebelum masa kampanye para caleg sudah mendapatkan sosialisasi.

"Kami sudah menyampaikan pada para caleg sebelum masa kampanye, ada 70 area jalan yang tidak boleh digunakan untuk kampanye maupun reklame insidentil," kata Kholid.

Di antara 70 area jalan yang dilarang itu seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Arjuna, Jalan Biliton, Jalan Ikan Doran, Jalan Diponegoro, Jalan Gubeng, Jalan Mastrip, Jalan Pulo Wonokromo, Jalan Kusuma Bangsa, dan Jalan Kertajaya.

Lalu juga 17 jalan penataan kota yang juga dilarang untuk digunakan kampanye dan juga tiga area wilayah larangan kampanye.

Jalan tersebut di Mayjend Sungkono, Jalan Panglima Sudirno, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Airlangga, Jalan , dan juga beberapa jalan lain.

"Selain itu juga ada sebanyak 11 area pedestrian yang juga tak boleh digunakan untuk kampanye oleh Pemkot. Ada di Jalan Kayoon, Jalan Bubutan, Jalan Rajawali, Jalan Embong Malang, dan beberapa yang lain," katanya.

Selain itu juga ada sebanyak tiga area yang dilarang digunakan untuk kampanye, yaitu area instansi pemerintah, area rambu lalu lintas, dan arwa tugu, monumen, dan jembatan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved