Berita Surabaya

Aturan Baru BPJS Dianggap Sengsarakan Pasien, PERSI Surabaya Minta Aturan Ditinjau Ulang

Penerapan uji coba Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan No 4 Tahun 2018 dikeluhkan rumah sakit di Surabaya.

Aturan Baru BPJS Dianggap Sengsarakan Pasien, PERSI Surabaya Minta Aturan Ditinjau Ulang
surya.co.id/fatimatuz zahro
Suasana pelayanan di rumah sakit RSIA Putri, Selasa (25/9/2018). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Penerapan uji coba Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan No 4 Tahun 2018 dikeluhkan rumah sakit di Surabaya.

Aturan ini memuat tentang penyelenggaraan sistem rujukan berjanjang berbasis kompetensi melalui integrasi sistem informasi yang mengatur tentang zonasi rumah sakit berdasarkan kelas.

Sistem ini baru diberlakukan sejak akhir pekan lalu tepatnya pada Sabtu (23/9/2018). Belum satu minggu terapkan oleh pemerintah pusat, aturan ini banyak menuai kritik dan keluhan.

Terutama lantaran dua aturan yang membedakan dari sistem sebelumnya. Ketentuan tak bisa memilih faskes rujukan, dan sistem faskes rujukan yang harus berjenjang.

Aturan ini dianggap justru tidak sesuai dengan tekad untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat.

Koordinator Wilayah Surabaya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Herminiati MARS, mengatakan peraturan itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 001 Tahun 2012.

Yaitu tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan.

Dalam Permenkes tersebut dinyatakan bahwa rujukan berjenjang berdasarkan kebutuhan medis dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Pelayanan tingkat kedua hanya daat diberikan atas rujukan dari pelayanan tingkat pertama dan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari tingkat kedua.

"Sejak ada peraturan sistem rujukan online ini, ada aplikasi versi 3 yang mengatur rujukan pasien BPJS," kata Herminiati, dalam jumpa pers, di RSIA Putri, Selasa (25/9/2018).

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved