Berita Pamekasan Madura

Reformasi Birokrasi dan Mal Perizinan Jadi Program 100 Hari Bupati Pamekasan Badrut Tamam

Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam, sudah menyiapkan program 100 hari kepemimpinan. Di antaranya mal perizinan

Reformasi Birokrasi dan Mal Perizinan Jadi Program 100 Hari Bupati Pamekasan Badrut Tamam
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
12 kepala daerah di Jatim yang dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, 24 September 2018 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam, menyebut beberapa program 100 hari kerja pemerintahan ke depan. Ia mengatakan bahwa satu di antara fokusnya adalah reformasi di bidang birokrasi.

Badrut mengatakan bahwa usai ditetapkan sebagai pemenang di Pilkada Pamekasan, pihaknya telah membentuk tim transisi. Tim ini bertugas untuk menyelaraskan program sebelumnya dengan program 100 hari hingga program jangka panjang.

"Sehingga, bersama beberapa tim akademisi dan ahli, kami telah membentuk program untuk program 100 hari ke depan," kata Badrut ketika ditemui di sela pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018).

Menurutnya, satu di antara beberapa prioritas adalah reformasi birokrasi.

"Hasilnya, ada beberapa prioritas utama yang akan kami lakukan. Pertama, kami akan fokus untuk mengubah sudut pandang pemerintah tentang pelayanan," kata Badrut.

Baca: 61 Persen Jalan di Bojonegoro Rusak, Bupati Baru Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

Ia menjelaskan, pelayanan administrasi di daerah sudah selayaknya mengadopsi pelayanan yang ada di perusahaan swasta. Misalnya, di bank swasta.

"Gambaran begini, setiap datang ke bank selalu mendapatkan pelayanan yang luar biasa. Mulai ucapan selamat datang ketika membuka pintu, ucapkan salam, baru kemudian dipersilakan duduk sambil mengambil nomor antri dan seterusnya," kata Badrut menjelaskan.

Menurutnya, hal seperti itu hampir tak ada di Kabupaten Pamekasan. "Banyak pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi seperti ngurus KTP, tidak ada pelayanan prima seperti itu," ungkap Badrut.

Hal ini disebabkan karena mental para pejabat setempat yang menilai bahwa masyarakat lah yang butuh bukan pemerintahan yang butuh. "Sehingga, kami menyampaikan pikiran terlebih dahulu bahwa pemerintah yang butuh rakyat. Bukan rakyat butuh pemerintah. Persepsi ini yang akan kami samakan terlebih dahulu," katanya.

"Dengan cara seperti itu, kami menargetkan memberikan pelayanan excellent kepada masyarakat. misalnya di pelayanan rumah sakit," imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Baca: Pria Kutorejo Mojokerto Tewas Dihantam Kereta Api di Sidoarjo

Tak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen untuk mempermudah proses perizinan melalui perizinan satu pintu. Yakni, melalui Mal Pelayanan perizinan.

"Sebelumnya, mengurus perizinan harus lintas instansi. Sekarang, kita jadikan satu di dalam mall perizinan. Sehingga, satu hari selesai," urainya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mempermudah pelayanan melalui e-public service. "Kami akan memberi pelayanan memberi server melalui aplikasi di ponsel," kata Badrut.

Ada juga program yang akan memberikan kemudahan bagi administrasi untuk kelahiran. Progran ini, nantinya akan mempermudah pengurusan akta bayi hingga kartu keluarga.

"Sehingga, asal syaratnya memenuhi, semua langsung jadi. Sehingga pulang dari Rumah Sakit, bisa langsung bawa KK. Yang paling penting, semua gratis," kata Mantan Anggota DPRD Jatim ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved