Berita Pasuruan

Ribuan Peserta Ikuti Bromo Marathon, Tahun ini  Mengambil Trek Berbeda, Ini Alasannya

Sekitar 1.356 pelari dari 31 negara ambil bagian dalam lomba lari Bromo Marathon 2018, Minggu (23/9/2018).

Ribuan Peserta Ikuti Bromo Marathon, Tahun ini  Mengambil Trek Berbeda, Ini Alasannya
surya.co.id/galih lintartika
Ribuan perserta Bromo Marathon 2018 menunggu pemberangkatan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Sekitar 1.356 pelari dari 31 negara ambil bagian dalam lomba lari Bromo Marathon 2018, Minggu (23/9/2018). Mereka mengikuti event tahunan dipusatkan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Peserta pun tampak antusias mengikuti lomba lari yang memiliki pemandangan luar biasa ini. Sejak Sabtu malam, sejumlah pelari sudah berdatangan di lokasi lomba Bromo Marathon.

Even tahunan ini selalu menarik perhatian. Beberapa faktor yang membuat runners, pecinta lari selalu menunggu lomba ini. Salah satu alasannya adalah pemandangan.

"Sensai larinya itu beda. Ini bisa melihat pemandangam pertanian di Bromo dan lautan pasir Bromo. Bisa juga melihat perkampungan suku tengger di sini. Ini yang tidak ada harganya. Keren. Saya sudah tiga kali ikut even ini," kata Siska , pelari asal Bandung.

Selain Siska, ada juga Adrianus yang datang dari Jogja. Laki - laki 27 tahun ini sudah dua kali mengikuti event Bromo Marathon. Ia sangat antusias setiap kali ada pengumuman dibuka pendaftaran Bromo Marathon.

"Tanjakannya menantang. Sangat terjal. Tapi seru kalau bisa menaklukkannya. Tidak rugilah jauh - jauh dari Jogja. Selalu ada yang membuat kangen dan ingin datang. Lari di Bromo bikin candu," paparnya.

Founder Bromo Marathon Dedi Kurniawan mengatakan, tahun ini rute dibuat berbeda dari sebelumnya yakni melalui jalur barat. Biasanya kan jalur sisi timur.

“Kami berharap para peserta tidak bosan untuk datang ke Bromo dan mengikuti even in. Kami akan berikan kejutan di setiap tahunnya," kata Dedi.

Seperti tahun sebelumnya, ada tiga kategori lari yang diperlombakan yakni 42 Kilometer, 21 Kilometer dan 10 Kilometer. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved