Berita Kampus Unesa

Peringati Haornas Ke-35, Fakultas Ilmu Olahraga Unesa Gelar Kejuaraan Karate Pelajar se-Jawa-Bali

Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa menggelar kejuaraan karate pelajar (SD, SMP, SMA) se- Jawa-Bali.

Peringati Haornas Ke-35, Fakultas Ilmu Olahraga Unesa Gelar Kejuaraan Karate Pelajar se-Jawa-Bali
surya/dya ayu
Foto ilustrasi: Kejuaraan karate pelajar 

SURYA.co.id I SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35, Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa menggelar kejuaraan karate pelajar (SD, SMP, SMA) se- Jawa-Bali.

Kejuaraan merebutkan Piala Dekan FIO Unesa ke-III ini digelar dua hari, Sabtu -Minggu (22-23/9/2018).

Ketua pelaksana kegiatan, Deddi Yusron mengungkapkan kegiatan dilangsungkan di gedung olah raga (GOR) Futsal Internasional, Unesa merupakan kali ketiga sejak 2016. Bedanya, di tahun 2018 ini skup areanya diperluas.

“Kompetisi ini jelas lanjutan dari kompetisi yang kita adakan setiap tahun sejak 2016, Haornas satu dan dua kita mulai dari Jawa Timur dulu, ketiga ini sudah kita kembangkan menjadi Jawa-Bali, ditambah ada satu kontingen dari Malaysia,” terang Dedi pada Surya, Minggu (23/9/2018).

Secara umum, seperti disampaikan oleh Deddi, tiap jenjang pendidikan dijadikan satu kategori, hanya jenjang SD saja dibagi dua, yaitu untuk kelas 1-3, dan 4-6, kesemua jenjang dikuti secara kelompok dan perorangan.

“Tingkat SD saja yang dijadikan dua, 1-3 dan 4-6, SMP dan SMA tetap,” tambah Deddi.

Sementara, untuk keikutsertaan kontingen asal negara tetangga, Malaysia, diakui mahasiswa asal Jombang itu, mereka bukan undangan khusus, tapi daftar secara mandiri melalui email.

“Kontingan Malaysia itu kita tidak ada perjanjian sebelumnya, mereka langsung datang secara mandiri, calling via email,” tambahnya.

Tidak hanya diikuti oleh kontingen lintas negara, peserta yang mengikuti kompetisi ini diakui Deddi terus meningkat setiap tahunnya, bahkan di tahun ini diikuti oleh 1.085 peserta dengan jumlah kontingen 57.

 “Jumlah peserta mengalami peningkatan setiap tahunnya, tahun ini mencapai 1085, yang berasal dari 57 kontingen, salah satunya dari Malaysia,” tambah mahasiswa pendidikan kepelatihan Olahraga tersebut.

Tidak hanya dari jumlah, di kompetisi tahun ini berdasarkan keterangan Deddi, juga sudah melingkupi setiap kota di area Jawa, sementara untuk Bali masih belum maksimal, karena disaat bersamaan juga sedang berlangsung kompetisi bergengsi lainnya.

“Peserta lingkup Jawa Timur target sudah terpenuhi, mulai dari ujung timur hingga ujung barat pulau jawa, sudah semuanya hampir mengikuti. Bali masih kurang, karena konsentrasi atlet terbagi, pertandingan kita bersamaan dengan Piala panglima yang ada di Jakarta,” Ujar Deddi.

Deddi berharap, kejauraan ini menjadi wadah bagi para atlet, juga sebagai ajan untuk terus meningkatan prestasi olahraga karate.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help