Berita Surabaya

Stikes ABI Siapkan Lulusan Bersaing dengan Peningkatan Mutu di Bidang Kesehatan

Tenaga kesehatan di Jatim bertambah banyak. Sehingga membutuhkan standardisasi dalam bidang ilmu kesehatan ini.

Stikes ABI Siapkan Lulusan Bersaing dengan Peningkatan Mutu di Bidang Kesehatan
surya/sulvi sofiana
Ketua Stikes ABI secara simbolik menyerahkan lulusan ke organisasi profesi dalam wisuda ke-14 di hotel Novotel, Sabtu (22/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekolah tinggi ilmu kesehatan (Stikes) di Surabaya mendorong Stikes ABI (Artha Bodhi Iswara) kembali menyumbang lulusan di bidang kesehatan.

Dalam wisuda ke-14 yang digelar di Hotel Novotel, Sabtu (22/9/2018), sebanyak 149 wisudawan dikukuhkan.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII, Suprapto mengungkapkan tenaga para medis sebagai ujung tombak kesehatan.

Apalagi tenaga kesehatan di Jatim bertambah banyak. Sehingga membutuhkan standardisasi dalam bidang ilmu kesehatan ini.

“Dan Kopertis mencatat tiap tahun perkembangan Stikes meningkat sedikit demi sedikit. Stikes ABI juga meraih peringkat ke-29 dari 44 Stikes di Jatim,” ungkapnya dalam sambutan wisuda, Sabtu (22/9/2018).

Ia mengungkapkan Stikes ABI mampu menunjukkan peningkatan kualitasnya sehingga mampu naik dari peringkat 38 ke peringkat 29.

Sehingga ia berharap hal ini sejalan dengan kualitas lulusan yang bermutu.

Ketua Stikes ABI, Harjono menambahkan dalam wisuda kali ini dikukuhkan 149 wisudawan yang dikukuhkan, diantaranya 46 wisudawan S1 keperawatan, 38 wisudawan profesi NERS , 32 wisudawan D3 keperawatan, dan 33 Wisudawan D3 Kebidanan.

"Mereka juga sudah disumpah oleh organisasi keprofesian. Sehingga mereka harus taat undang-undang, kode etik, dan standart operasi harus dipenuhi dalam pengabdiannya kepada masyarakat,"ungkapnya.

Ia berharap ke depan bisa menambah jumlah dan kualitas lulusan Stikes ABI.

Meskipun memiliki banyak kompetitor lulusan dari berbagai Stikes, ia yakin lulusannya mampu bersaing.

Pasalnya selama ini lulusan pun tersebar di berbagai wilayah dan instansi, dengan masa tunggu sekitar tiga bulan.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved