Kumpulkan Relawan Muda, PSI Ingin Kampanye Beretika dan Mencerdaskan

Mulai besok, para tokoh PSI akan blusukan di Jawa Timur mengumpulkan ratusan relawan untuk sosialisasi kampanye damai dan mencerdaskan

Kumpulkan Relawan Muda, PSI Ingin Kampanye Beretika dan Mencerdaskan
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Partai Solidaristas Indonesia kumpulkan relawan muda untuk sosialisasikan kampanye sehat dan beretika di Wiyung Surabaya, Sabtu (22/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dimulainya masa kampanye Pemilihan Legislatif 2019 besok, cukup diantisipasi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hari ini, Sabtu (22/9/2018), para tokoh PSI khususnya yang mulai besok akan blusukan kampanye di Jawa Timur mengumpulkan ratusan relawannya untuk sosialisasi kampanye damai dan mencerdaskan. 

Mereka sengaja mengumpulkan relawan muda, lantaran memang bukan kader partai yang ke depan dalam masa kampanye akan menjadi juru kampanye di masyarakat.

Uniknya para relawan yang dikumpulkan adalah dari generasi muda millenial. 

Sebagaimana disampaikan oleh Dhimas Anugrah, kader PSI,  sosialisasi ini dianggap penting. Sebab salah satu tekad PSI juga adalah membangun mindset kampanye yang sehat, damai,  dan cerdas sekaligus mencerdaskan. 

"Sengaja ini adalah konsolidasi mengenai kampanye beretika. Bagaimana ke depan harus meninggalkan money politic,  tidak melibatkan politik identitas dan juga antihoax," kata dosen salah satu sekolah tinggi di Jakarta yang juga caleg muda DPR RI daro PSI di dapil Surabaya - Sidoarjo Jatim ini. 

Para generasi millenial yang dikumpulkan sore itu diajak untuk kampanye sehat.  Dalam arti dalam kampanye nanti tidak menggunakan kampanye hitam,  tapi mengedepankan sosialisasi visi, misi dan program calon legislator. 

Dengan menggaet anak muda, diharapkan edukasi politik ini juga bisa membangun karakter generasi muda yang melek politik dan mau berpolitik secara sehat dan santun. 

"Karena sudah mulai kampanye besok.  Maka ini inisiatif kami yang dapilnya di Jatim,  untuk sama-sama punya gerakan yang satu," ucap pria 37 tahun yang tengah menempuh studi doktoral di Oxford University itu. 

Ia,  bersama tujuh caleg PSI lainnya ingin agar budaya politik uang di masyarakat tidak lagi digunakan. Ada banyak cara mengampanyekan calon.  Dimana ia ingin adu gagasan dalam menjawab maslah di daerah menjadi tonggak utamanya. 

"Sehingga calon pemilih paham dan bukan memilih karena anak tokoh besar atau karena uang. PSI ingin edukasi dan mengubah tradisi masyarakat yang masih kental dengan money politics. Sudah saatnya memilih dengan cerdas," pungkasnya. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved