Berita Jember

Tambang Emas Silo Jember, Bupati Faida Sampaikan Keberatan Warga ke Kementerian ESDM, Ini Hasilnya

Tambang emas blok Silo Jember, Bupati Faida sampaikan keberatan warga ke Kementerian ESDM, ini hasilnya.

Tambang Emas Silo Jember, Bupati Faida Sampaikan Keberatan Warga ke Kementerian ESDM, Ini Hasilnya
ist/thinkstock
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember Faida menyerahkan surat perihal izin eksplorasi penambangan emas di Blok Silo Jember ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis (20/9/2018).

Pihak Kementerian ESDM memberikan penjelasan paska pertemuan itu.

Bupati Jember meneruskan penjelasan tertulis yang disampaikan oleh Muhammad Wafid,
Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kepada wartawan di Jember, Jumat (21/9/2018).

Penjelasan Kementerian ESDM itu meliputi lima hal.

Pertama, penetapan Silo sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ESDM No. 1802 K/30/MEM/2018 sudah melalui proses yang cukup panjang.

Kepmen diterbitkan setelah adanya usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui surat Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur No 545/981/119.2/2016 tertinggal 29 Februari 2016 Perihal Usulan Penetapan WIUP Mineral Logam.

Kedua, adanya Kepmen ESDM tersebut di atas tidak serta merta bisa menjadi dasar dilakukannya usaha pertambangan di kawasan Silo.

Ada sejumlah proses yang harus dilalui, di antaranya :

-Pelelangan Wilayah Usaha Pertambangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menentukan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP)

-Keputusan Gubernur Jawa Timur terkait Penetapan perusahaan pemegang IUP.

Ketiga, tanpa adanya proses lelang dan Keputusan Gubernur tersebut maka segala bentuk aktivitas pertambangan di wilayah Silo dapat dikategorikan sebagai pertambangan ilegal.

Keempat, aspirasi masyarakat Jember yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, yang tidak menghendaki adanya aktivitas pertambangan di wilayah Silo, dapat dimungkinkan dengan tidak dilakukannya lelang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, atau bahkan pencabutan wilayah Silo sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dari lampiran IV Keputusan Menteri ESDM No 1802 K/30/MEM/2018, setelah adanya usulan peninjauan kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pihak yang mengusulkan penetapan wilayah Silo sebagai Wilayah Usaha Pertambangan.

Kelima, pada hari Kamis, 20 September 2018, Bupati Jember Faida telah beraudiensi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan telah menyiapkan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menjawab aspirasi masyarakat serta dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Jember.

"Kami menyampaikan surat atas keberatan warga Jember atas izin penambangan itu," ujar Faida.

Setelah bertemu dengan Menteri Jonan, Bupati Faida akan bertemu dengan perwakilan masyarakat Silo, Jumat (21/9/2018) sore.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved